Home Inspirasi

Marawis Satgas 711/Rks, Merajut Kembali Persaudaraan Hitu-Wakal

309
Latihan bersama pemuda Negeri Hitu dan Wakal di Pos Wakal Satgas 711/Raksatama. Seram bagian barat, Maluku. (Foto: Ist)

Ambon, Metrosulawesi,id – Upaya rekonsiliasi pemuda Negeri Hitu dan Negeri Wakal, Kota Ambon, mulai dirasakan warga setempat. Melalui paguyuban mahasiswa Hitu dan Wakal, terbentuk tim Hadrah/Marawis  melakukan latihan bersama di Pos Wakal SSK I Satgas Yonif 711/Raksatama, Sabtu (02/03/2019) malam.

Latihan bersama kedua pemuda ini, menjadi tontonan menarik kedua warga Negeri Hitu dan Wakal. Kedatangan warga yang sebagian besar pemuda ini, memberikan bukti bahwa kedua negeri yang sempat berselisih,  kini bersama-sama saling menghormati dan berbaur satu sama lainnya.

Dansatgas Yonif 711/Raksatama, Letkol Inf TNI Fanny Pantouw, M.Tr.Han, M.I.Pol,  melakukan komunikasi sosial (somsos) dengan pemuda dan pemudi yang tergabung dalam Paguyuban Mahasiswa Negeri Wakal maupun Negeri Hitu. Komunikasi dalam rangka mendukung proses rekonsiliasi dan perdamaian di kalangan warga Wakal dan Hitu itu digelar di Aula Kotis Satgas Yonif 711/Rks, Seram bagian barat, Maluku.  

Paguyuban mahasiswa yang berasal dari Negeri Wakal dan Negeri Hitu diharapkan menjadi pelopor perdamaian sekaligus agent of change (agen perubahan) dalam pembangunanan di tanah kelahirannya. Negeri Wakal dan Hitu merupakan dua negeri (desa) bertetangga yang sempat berselisih sejak 2017. 

“Setelah bulan yang lalu kita kumpulkan Paguyuban mahasiswa Wakal dan paguyuban mahasiswa Hitu untuk saling berkomunikasi dan bertukar pikiran. Sekarang  kita realisasikan dengan membentuk tim Hadrah/Marawis gabungan antara pemuda Wakal dan Pemuda Hitu,”  ujar Fanny Pantouw.

Diungkapkan Fanny Pantaouw, banyaknya masyarakat yang datang dari kedua negeri baik untuk berlatih ataupun sekedar melihat latihan malam ini,  merupakan bentuk antusias warga atas kegiatan ini.  Kegiatan ini untuk mengisi kegiatan malam para pemuda Wakal dan Pemuda Hitu untuk menghindari kegiatan negatif pemuda dan membuka komunikasi kedua Negeri.

‘’Melalui forum seperti ini diharapkan terbangun komunikasi yang baik antarwarga masyarakat. Sehingga generasi milenial bisa menjadi pelopor perdamaian di kedua negeri,’’ ungkap Fanny Pantouw.

Upaya ini disambut baik oleh para mahasiswa. Jumra, anggota Paguyuban Mahasiswa Wakal  mengapresiasi atas terselenggaranya acara forum tersebut dan berharap agar dalam berbagai kegiatan  sosial masyarakat maupun pembangunan dapat melibatkan warga dari kedua desa.

“Kami pemuda negeri wakal berterima kepada satgas yonif 711/Rks, kami berharap latihan ini akan terus berlanjut sehingga hubungan silaturahmi kami basudara dari Hitu tetap terjalin dengan baik” ujar Jumra ketua ikatan pemuda wakal.(*)

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas