Home Ekonomi

Sajikan Beragam Kuliner Daerah, Jumat Makan Gratis

363
MINIMALIS MODERN - Beberapa pengunjung sedang menunggu pesanan kuliner di Kedai Yaskum Indonesia di Donggala Kodi. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

  • Kedai Yaskum Indonesia di Donggala Kodi

Aktivitas ekonomi di Palu terus bangkit. Di beberapa tempat mulai tumbuh usaha baru, seperti cafe yang menyiapkan tempat bersantai. Salah satunya adalah Kedai Yaskum Indonesia (YI) baru di-launching pada Ahad 3 Februari lalu.

KEDAI YI yang berada di kompleks perumahan BTN Palu Nagaya Donggala Kodi Kecamatan Ulujadi ini, berkonsep minimalis moderen. Kedai ini menyajikan makanan khas daerah serta berbagai jenis jus buah dan makanan lainnya.

“Kalau kita di sini konsep yang digunakan ialah food court. Jadi, kami hanya menyediakan fasilitas berupa lapak untuk dipakai jualan. Kemudian, para penjual yang dari luar yang isi untuk berjualan di sini. Dan kemarin pendapatan sempat tembus sampai Rp4 – Rp5 juta per malam. Itu omset pemilik lapak secara keseluruhan,” ungkap Aser selaku pengolola Kedai YI saat ditemui, Senin 25 Februari 2019.

Adapun kuliner yang disajikan bermacam-macam.

Di antaranya, Es teler mahkota, Warkop Harapan, Mi Dampelas, Aneka masakan ayam, Pallu mara tante ci’, nasi kabuli, kapurung, binte, aneka jus dan aneka roti.

“Harganya pun terjangkau murah dan bervariatif hanya puluhan ribu saja yang paling mahal sekitar Rp22 ribu untuk makanan,” ujar Aser.

Sejak dibuka dua pekan lalu, pengunjung Kedai YI cukup banyak. Paling ramai pada akhir pekan. Selain menyediakan aneka kuliner, lokasi Kadai YI yang berada di ketinggian, juga menarik pengunjung. Dari Kedai YI, pengunjung bisa menikmati pemandangan pegunungan, laut dan lembah Palu.

Pada hari-hari tertentu, seperti Jumat, Kedai YI menyiapkan layanan khusus, yakni makan gratis sepuasnya bagi pengunjung. Pada hari itu pihak Kedai YI menyiapkan kotak amal, untuk pengunjung yang ingin bersedekah seikhlasnya untuk memberi makan kaum dhuafa.

“Menyikapi konsep Jumat Berkah makan gratis setiap hari jumat, antusias masyarakat pun sangat merespon baik, malah menambahkan konsep itu ditambah dengan model sajian makanan duafa gizi tambahan (Madu Gizi),” imbuhnya.

Kebanyakan yang mengisi lapak tersebut ialah para pengungsi dari wilayah Perumnas Balaroa dan Kelurahan Lere yang menjadi korban bencana stunami dan likuifaksi. Sedangkan, karyawan di tempat itu ada sekitar 10 orang dan lapak yang disediakan juga sekitar 10.

“Kedepannya mungkin kami akan targetkan kurang lebih sekitar 20 sampai 30 lapak. Tempat ini dibangun dari sumbangsih Yayasan Kharisma Usada Mustika (Yaskum) Indonesia Sulteng dan ada juga donasi dari orang yang dermawan sekitar Rp173 juta,” ungkapnya

Yaskum Indonesia lewat Kedai YI setiap hari Jumat menyediakan Nasi Bungkus gratis bagi siapa saja (Terutama buat warga yg masih menghuni Shelter Pasigala).

“Baik barangkali jika teman dan saudara yang ingin datang silakan. Dimana saja berada bisa membantu menginformasikan kepada pengungsi lainnya agar bisa lebih merata yang merasakan kepedulian Yaskum Indonesia dalam berbagi. Bagi–bagi nasi bungkus gratis setiap Hari Jumat sudah menjadi Niat tulus kami dari Kedai YI,” ungkap Aser.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas