Home Sulteng Dana Santunan Duka Masih di BNPB

Dana Santunan Duka Masih di BNPB

344
H Ridwan Mumu. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)
  • Data 1.906 Penerima Tahap I Telah Dikirim

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulteng H Ridwan Mumu mengungkapkan dari total 4.402 jiwa korban meninggal dunia akibat bencana gempabumi, tsunami dan likuifaksi, sebanyak 1.906 jiwa telah berhasil diverifikasi untuk penyaluran santunan duka kepada ahli waris.

“Perlu kami beritahukan sebelumnya yang masuk SK bapak gubernur untuk mendapatkan santunan duka sebanyak 4.340 jiwa, tapi setelah kami validasi jumlahnya bertambah menjadi 4.402 jiwa. Dari jumlah itu, 1.906 jiwa telah selesai kami verifikasi dan berkasnya lengkap yang sudah dikirim ke BNPB sebagai penerima dana santunan tahap satu,” ungkap Ridwan kepada Metrosulawesi, Selasa, 26 Februari 2019.

Dia menegaskan sangat keliru jika ada pihak-pihak yang beranggapan Pemprov Sulteng lamban mengurus pencairan santunan duka. Sebab, Dinsos sudah menyelesaikan verifikasi dan mengusulkan 1.906 jiwa penerima santunan tahap satu ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dengan telah tuntasnya verifikasi tahap satu, BNPB yang harus bertanggungjawab karena sampai saat ini belum melakukan pencairan.

“Data penerima tahap satu telah saya kirim ke Kementerian Sosial pada 12 Februari, kemudian bapak menteri pada 15 Februari menandatangani surat untuk dikirim ke BNPB. Sekarang persoalan dari kami sudah selesai, tinggal dari BNPB yang harus mencairkan melalui dana siap pakai, tapi sampai saat ini kami tanyakan belum ada kabar,” ucap Ridwan.

Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng itu mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak sebab anggaran santunan duka berada di BNPB melalui pos dana siap pakai. Pemprov sebagai pihak yang bertanggungjawab menyiapkan data valid kata Ridwan sudah melaksanakan tugas.

“Terserah BNPB kapan mau menyelesaikan, yang pasti kami sudah memberikan data valid sebagai penerima santunan duka tahap satu,” katanya.

Dinsos Sulteng bersama pihak terkait kata dia selanjutnya tinggal menyelesaikan verifikasi tahap dua dari sisa 4.402 jiwa yang akan mendapatkan santunan. Ditarget verifikasi tahap dua selesai pada Maret mendatang. Dinsos bersama tim juga akan melakukan validasi calon penerima bantuan jaminan hidup.

Adapun untuk teknis pencairan santunan duka dilakukan melalui transfer bank ke bank BUMN yang telah ditunjuk menerima pencairan dana santunan duka. Selanjutnya bank BUMN yang mentransfer rekening masing-masing ahli waris penerima santunan.

Apabila ahli waris telah memiliki rekening di bank BUMN yang telah ditunjuk untuk melakukan pencairan, tidak perlu lagi membuka rekening baru. Dalam melakukan pencairan ahli waris cukup membawa KTP, Kartu Keluarga dan Buku Tabungan (jika sudah ada).

“Masing-masing ahli waris akan menerima Rp15 juta melalui bank BUMN yang telah ditunjuk di masing-masing kabupaten/kota terdampak bencana,” terang Ridwan.

Ridwan menambahkan dalam pencairan santunan duka, Dinsos menyiapkan pendamping bagi ahli waris yang membutuhkan bantuan. Pendamping disiapkan jika ahli waris dalam status lansia, berkebutuhan khusus atau anak-anak.

“Kami pastikan tidak ada pemotongan dana santunan duka karena pendamping sudah digaji dari Pemerintah pusat,” tandasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here