Home Sigi Risha, Tahan Gempa dan Lebih Murah

Risha, Tahan Gempa dan Lebih Murah

193
BUKA PELATIHAN - Perwakilan Kementerian PUPR, Edi Nur saat melakukan pelatihan rumah tahan gempa di Kabupaten Sigi, baru-baru ini. (Foto: Ist)

Sigi, Metrosulawesi.id – Pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali melakukan pelatihan rumah tahan gempa di Kabupaten Sigi, baru-baru ini.

Pelatihan ini memperkenalkan kembali teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha), dan manfaat dalam membangun kembali hunian pascabencana gempa dan likuifaksi di Kabupaten Sigi.

Perwakilan Kementerian PUPR, Edi Nur, mengatakan keunggulan Risha adalah proses pembangunan yang instan, cepat, dan memiliki standar konstruksi tahan gempa, serta memiliki standar hunian yang sehat dengan biaya pembangunan yang relatif murah.

“Saya bisa memastikan 25 persen rumah ini lebih murah dari rumah konfensional lainnya, dan pada prinsipnya kami hadir di sini untuk membawa teknologi yang insha Allah bisa diterapkan di Sigi yang memang sudah terpeta sebagai wilayah rawan gempa,” ungkapnya.

Dia menambahkan teknologi ini merupakan hasil karya anak bangsa yang tentunya sudah diteliti sedemikian rupa, selain memenuhi syarat rumah sehat dan instan ini juga cepat dalam proses pembangunannya.

“Untuk type 36 saja dengan 4 orang tukang bisa diselesaikan dan terima kunci dalam jangka 20 hari saja. Jadi, pengembang rumah komersial pun bisa menggunakan konsep teknologi ini dan program Risha ini pun tidak harus diterapkan di wilayah yang rawan gempa,” terangnya.

Puslitbang permukiman Bandung itu menjelaskan bahwa teknologi ini hanya terdiri dari tiga jenis yakni P1, P2, dan P3. Dimana dari sini bisa membuat rumah ukuran 3×3 , 6×6, 6×9 asal kelipatan 3×3, dengan kecepatan tenaga 4 orang bisa membuat strukturnya selama sehari saja.

Bahkan, kecepatan itu nanti akan meminimalisir tenaga upah dan penghematan waktu, dan konstruksi yang diterapkan di Risha ini adalah not down dengan kata lain bisa bongkar pasang. Sambungan antara panel itu menggunakan baut dan mor jadi bisa di bongkar pasang. Artinya kalau nanti suatu waktu bukan peruntukannya disitu, maka tidak usah bongkar semuanya, tapi ada bagian-bagian tertentu bisa dipake kembali.

“Strukturnya pun memang harus mempunyai kualitas beton tertentu, supaya pada waktu kita bongkar tidak terjadi kerusakan yang berarti,” pungkasnya.

Reporter: Firmansyah Badjoki
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here