Home Sulteng Pemprov Klaim Bisa Wujudkan Sejuta Sapi

Pemprov Klaim Bisa Wujudkan Sejuta Sapi

211
Sitti Wahdaniah. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Meski peternakan seribu sapi di Desa Alitupu, Lembah Napu, Kabupaten Poso mandek, Pemprov Sulteng mengklaim tetap bisa mewujudkan sejuta sapi pada 2021 yang merupakan program Gubernur H Longki Djanggola.

“Kita tetap optimis program sejuta sapi di Sulawesi Tengah bisa terwujud,” ungkap Kepala Bidang Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Sulteng Sitti Wahdaniah, Senin, 18 Februari 2019.

Optimisme tersebut dikatakannya mengacu angka populasi ternak sapi yang ada saat ini di wilayah Sulteng dikisaran 300.000 ekor sampai 450.000 ekor. Selain itu, Pemprov kata Sitti masih memiliki waktu sekitar dua tahun lagi.

“Masing-masing kabupaten/kota juga kan ada program pengadaan sapi, nanti itu akan masuk untuk mewujudkan sejuta sapi pada 2021,” ujarnya.

Sitti menerangkan beban mewujudkan sejuta sapi tidak hanya berada pada Pemprov Sulteng. Olehnya pemerintah 13 kabupaten/kota se Sulawesi Tengah diharap merespon program dimaksud.

“Tahun ini juga akan ada bantuan seribu ekor sapi dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian,” tandas Sitti.

Sebelumnya diberitakan, rencana lokasi dan peternakan seribu sapi seluas 320 hektare di Desa Alitupu, Lembah Napu, Kabupaten Poso ternyata sampai saat ini mandek. Sitti mengungkapkan mandeknya rencana lokasi peternakan tersebut karena tidak masuk sebagai lahan pengembiakan sapi dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Poso.

“Setelah kami koordinasi dengan Bupati Poso ternyata lokasi itu belum masuk dalam RTRW sebagai kawasan pengembangan peternakan. Tapi kami terus upaya komunikasi agar sebaiknya RTRW itu ditinjau ulang,” ungkap Sitti.

Dia menerangkan penetapan Desa Alitupu sebagai rencana lokasi peternakan seribu sapi karena keberadaan padang sabana di wilayah itu sebagai pakan.

“Untuk bisa jadi lokasi peternakan kita ada pedomannya, ada persyaratan wajib, tidak bisa diabaikan. Salah satu persyaratannya lokasi harus clear and clean ditetapkan dengan SK Bupati Poso. Sebenanrnya pak bupati sudah mau mengeluarkan rekomendasi, tapi setelah berkoordinasi dengan Bagian Hukum Setda Kabupaten Poso, tidak jadi dikeluarkan karena ada Perda RTRW yang harus ditaati,” terang Sitti.

Selain lokasi yang mandek, Sitti juga mengungkapkan seribu ekor sapi jenis brahman cross bantuan dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang harusnya diternakkan di Desa Alitupu belum ada kejelasannya. Padahal seharusnya paling lambat awal tahun 2018 bantuan seribu sapi sudah harus di datangkan ke Desa Alitupu.

“Bantuan ternak sapi juga sampai sekarang belum ada, masih berproses, belum bisa kami pastikan. Tapi pak Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak sudah menyampaikan April sudah ada kejelasan kapan bantuan sapi didatangkan ke Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here