Home Ekonomi

Omzet Penjualan Singapore Shoes Menurun

263
Pemilik toko Singapore Shoes, Armen. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pasar lesu dan daya beli masyarakat turun drastis, pasca bencana alam yang melanda Palu beberapa waktu lalu. Kedua hal ini kerap terdengar belakangan ini dan menjadi perhatian khusus bagi para pedagang. Tak terkecuali toko Singapore Shoes di Jalan Dewi Sartika Palu yang mengalami penurunan omset.

Pemilik toko Singapore Shoes, Armen mengungkapkan hal ini tentu sangat wajar, sebab secara garis besar kedua faktor tersebut akan secara langsung mempengaruhi keberlangsungan bisnis. Sementara itu, ia mengakui pendapatan sebelum bencana kurang lebih Sekitar Rp 2 juta hingga Rp2,5 juta per hari.

“Saat omzet penjualan turun, maka secara otomatis kinerja bisnis juga akan ikut mengalami penurunan. Bagaimanapun juga, angka penjualan adalah faktor penting yang akan mempengaruhi jumlah keuntungan yang bisa dihasilkan. Jika angka penjualan tinggi, maka potensi keuntungan yang didapatkan juga akan menjadi lebih besar,” ungkapnya, Selasa 19/2/2019.

Ia mengeluhkan bahwa jumlah pengunjung di toko sepatunya tidak seramai beberapa tahun yang lalu. Lebih lanjut Armen mengatakan, pasca bencana omset pendapatan yang diperolehnya saat ini hanya mencapai Rp1 juta – Rp1,5 juta per hari. Sedangkan, ia baru sekitar dua tahun membangun usaha tersebut dengan modal Rp250 juta.

“Tidak seperti dulu sebelum bencana pendapatan untuk sekarang. Kami menjual sepatu dan sendal dengan harga terbilang sangat terjangkau oleh masyarakat dan sangat murah dari Harga Rp 15 ribu hingga Rp250 ribu rupiah,” ungkapnya.

Menurutnya, kendala selama merintis usaha tersebut ialah terkait dengan ekspedisi pengiriman yang dilakukan sampai satu bulan. Sementara, untuk mengangkat penjualan dan menaikkan omset dirinya memberikan obral Rp25 ribu rupiah bagi sepatu dan sendal anak-anak.

“Baru dua bulan saya buka obral Sepatu murah, tapi khusus anak-anak saja. Dengan adanya produk murah insyaallah pembeli akan ramai lagi. Bukan hanya menjaga kualitas produk, namun terkadang ketatnya persaingan bisnis juga akan memaksa untuk berinovasi dan membuat produk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi dari sebelumnya dan saya sangat berharap agar ke depan ekonomi Kota Palu bisa segera pulih lebih baik lagi dari sebelumnya,” tutupnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas