Home Palu Gaet Pemilih Muda Lewat Mural dan Musik

Gaet Pemilih Muda Lewat Mural dan Musik

217
LOMBA - KPU Sulteng menggelar lomba mural di Taman GOR Palu, Jalan Muhammad Hatta, Palu, Sabtu 23 Februari 2019. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)
  • Cara KPU Sulteng Sosialisasikan Pemilu 2019

Palu, Metrosulawesi.id – Sosok pria berpeci dengan jubah putih polos merangkul erat dua orang di kiri dan kanannya. Ketiganya seperti sedang berjalan menuju cahaya putih. Lukisan itu adalah karya Elan Merdeka.

Kalimat ditulis mencolok “Kami Menolak Golput”, memperjelas pesan yang ingin disampaikan oleh sang pelukis. Lukisan yang dikerjakan selama beberapa jam itu adalah satu dari belasan karya yang dihasilkan dalam lomba mural di Taman GOR Palu, Jalan Muhammad Hatta, Palu, Sabtu 23 Februari 2019. Lomba ini digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah. Karena itu, tema lukisan menyangkut Pemilu 2019.

Kali ini meskipun disebut lomba mural, tetapi lukisan bukan pada tembok atau dinding permanen, tapi media tripleks yang telah dirancang khusus untuk lomba.

“Sebenarnya bagus kalau pada tembok. Tapi, kita tidak menemukan tembok pagar yang tepat di Palu untuk lomba mural ini. Jadinya pakai tripleks,” kata Ketua KPU Sulawesi Tengah Tanwir Lamaming ditemui di lokasi kegiatan.

Karya Elan Merdeka “Kami Menolak Golput” itu keluar sebagai juara pertama mengalahkan belasan peserta lainnya pada lomba mural. Sedangkan juara dua dan tiga masing-masing diraih Moh Lithfi dan Moh Ivan Ramhdan dan kawan-kawan.

A Hardiyanti Nur harus puas dengan predikat juara harapan satu, Moh Gift (harapan dua), dan Abd Qahhar Munawir (harapan tiga).

“Lomba ini diikuti 14 peserta, tetapi ada tiga peserta yang berkelompok artinya lebih dari satu pelukis,” kata Tanwir Lamaming.

Lomba Jingle Pemilu

Selain lomba mural, di lokasi dan waktu yang sama, KPU Sulawesi Tengah juga menggelar lomba pentas musik jingle Pemilu 2019. Sama dengan lomba mural, peserta pentas musik adalah kalangan anak muda yang telah memiliki hak suara pada Pemilu 2019.

Tanwir Lamaming mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya mensosialisasikan agar masyarakat mengingat bahwa pada Rabu 17 April 2019 merupakan hari pemungutan suara Pemilu 2019. Diharapkan pada hari itu pemilih muda menyalurkan hak politik, memilih calon anggota DPR RI, DPD, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/ kota serta calon presiden dan wakil presiden.

“Kami harap semua masyarakat yang punya hak pilih dapat hadir di TPS untuk menyalurkan hak suaranya,” kata Tanwir Lamaming.

Kedua, kata dia acara ini bagian dari upaya peningkatan partisipasi pemilih, khususnya kaum millenial.

“Tentu kami berharap bahwa kaum millenial menjadi sumber utama dalam peningkatan partisipasi pemilu,” ujarnya.

Dia berpesan kepada anak muda agar turut serta menangkal hoax dan tidak menjadi bagian dari penyebar. Kegiatan ini juga untuk menekan angka golput.

“Lebih bijaksana jika kita terlibat dalam pemilu kemudian kita kritik, dari pada tidak ikut tapi selalu mengkritik,” ujarnya.

Salah satu peserta lomba pentas musik jingle Pemilu 2019. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Pantauan Metrosulawesi, sebanyak 12 band finalis tampil sejak siang hingga malam. Masing-masing membawakan tiga lagu, salah satunya jingle Pemilu 2019 sebagai lagu wajib.

Komisioner KPU Sulawesi Tengah Sahran Raden yang bertindak sebagai salah satu juri pada lomba band mengatakan, lomba ini sengaja dilaksanakan untuk di pusat keramaian di Kota Palu untuk menyasar kalangan pemilih muda. Kegiatan ini juga live di media sosial.

“Rata-rata pesertanya mahasiswa dan pelajar yang sudah memiliki hak suara pada Pemilu 2019,” jelasnya.

Menurut Sahran Raden, menjelang Pemilu 2019 pada Rabu, 17 April 2019, KPU Provinsi Sulteng secara massif melaksanakan sosialisasi untuk menyampaikan informasi kepemiluan kepada masyarakat agar dapat menggunakan hak pilihnya. Penggunaan hak pilih sebagai sarana konstitusional bagi masyarakat untuk menentukan masa depan bangsanya.

“Melalui lomba musik jingle pemilu ini kami harap jarak masyarakat, khususnya para generasi muda akan lebih dekat lagi dengan pemilu serentak tahun 2019. Menurut kami hal ini penting di tengah kekhawatiran rendahnya angka tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu, khususnya kaum muda milenial,” ungkap Sahran Raden.

Selain Sahran Raden, dua juri lainnya merupakan musisi yakni Umaryadi Tangkilisan dan Michael V Runtuwene. Adapun juara satu pada lomba pentas musik jingle Pemilu 2019 adalah Kawanua Band. Juara dua dan tiga masing-masing Bountry Band dan Celebes Band. Sedangkan juara harapan satu Crazy Harmonic Band, Radix Band (harapan dua) dan Summer Angel Band (harapan tiga).

Total hadiah untuk lomba Jingle Pemilu 2019 yang disediakan Rp13 juta. Selain itu, juga trofi dan piagam penghargaan. Sedangkan untuk lomba mural total hadiah mencapai puluhan juta rupiah.

Reporter: Syamsu Rizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here