Home Sulteng

Disbunak Siapkan Asuransi 5.000 Sapi

231
BAHAS AUTS - Kepada Bidang Kesehatan Hewan dan Kesahatan Masyarakat Veteriner Disbunak Sulteng Greesje A Kuhu bersama perwakilan PT Jasindo dalam pertemuan asuransi usaha ternak sapi di Palu, Kamis, 21 Februari 2019. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Sulteng kembali akan memberikan asuransi hewan untuk 5.000 ekor sapi. Asuransi diberikan kepada peternak melalui program Asuransi Usaha Ternak Sapi dan Kerbau (AUTS).

Jika sebelumnya AUTS masih menggunakan sistem manual, kini para peternak sapi bisa mengasuransikan ternaknya melalui aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP). Aplikasi SIAP ini memudahkan untuk mendaftarkan ternak sapi melalui sistem digital.

Kepada Bidang Kesehatan Hewan dan Kesahatan Masyarakat Veteriner Disbunak Sulteng Greesje A Kuhu mengatakan untuk mencapai target asuransi 5.000 ekor sapi akan bekerjasama dengan PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) serta dinas terkait se-Sulteng.

“Saya harap kerjasamanya dalam menyelesaikan target AUTS tahun ini,” ujarnya dalam rapat koordinasi asuransi usaha ternak sapi 2019 di Palu, Kamis, 21 Februari.

Dengan adanya program AUTS ini, para peternak sapi tidak lagi mengalami kerugian dari usaha ternaknya. Bahkan, bisa mendapat ganti rugi asuransi sebagai modal melanjutkan usahanya kembali. Meskipun sudah menggunakan sistem SIAP, untuk mekanisme pembayaran asuransi hingga proses pengajuan klaim tidak berubah.

Sebelumnya Kepala Bidang Peternakan Disbunak Sulteng Sitti Wahdaniah menerangkan program AUTS untuk melindungi peternak dari kerugian bila ternak mati. Dari total Rp200 ribu/ekor/tahun premi asuransinya, peternak cukup membayar Rp40 ribu/ekor. Itu karena pemerintah memberikan subsidi sebesar 80 persen atau Rp160 ribu/ekor/tahun.

“Jadi kalau sapi mati mendadak atau dicuri bisa diklaim dengan nominal Rp10 juta. Tapi jika ternak terpaksa harus dipotong karena kecelakaan, jaminan yang diberikan adalah selisih antara jaminan maksimum Rp10 juta dan hasil penjualan daging sapi tersebut,” terang Sitti.

Program AUTS dikatakan Sitti sudah ada sejak 2017 lalu bekerjasama dengan PT Asuransi Jasindo. Sapi yang bisa diasuransikan minimal umur 18 bulan dengan memiliki penandaan/identitas yang jelas seperti tanda tertentu pada paha atau telinga (ear tag).

“Sampai saat ini kami mencatat sudah ada 2.500 ekor sapi yang diasuransikan di Sulawesi Tengah,” ucapnya.

Program AUTS yang dimulai pada tahun 2016 secara nasional ditargetkan 120.000 ternak. Kehadiran program AUTS sebagai salah satu upaya peningkatan produksi ternak sapi untuk mencapai swasembada daging.

“Peternak yang belum mengasuransikan ternaknya silakan mendatangi Dinas Peternakan di kabupaten/kota masing-masing,” tandas Sitti.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas