Home Nasional 37 Siswa Adu Nalar di Semi Final MNR

37 Siswa Adu Nalar di Semi Final MNR

206
KOMPETISI MATEMATIKA - Sejumlah siswa-siswi saat mengikuti semi final kompetisi MNR, di salah satu ruangan SMP Otak Kanan Palu, Ahad, 24 Februari 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)
  • Bayar Seikhlasnya, Pemenang ke Tingkat Nasional

Palu, Metrosulawesi.id – Klinik Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) yang berpusat di Bogor, menggelar semi final kompetisi Matematika Nalaria Realistik (MNR) ke-14, yang secara serentak digelar pada Ahad, 24 Februari 2019 di seluruh Provinsi yang ada di Indonesia, termasuk di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut, untuk menumbuhkembangkan minat dan bakat anak di bidang matematika, serta meningkatkan kualitas bernalar anak-anak Indonesia.

SMP Otak Kanan Pusat Palu dipercaya sebagai penangungjawab untuk wilayah Palu. Menurut Nur Ilham selaku penangungjawab utama, walaupun kegiatan ini diselenggarakan dengan keterbatasan disebabkan bencana yang dialami Kota Palu dan daerah sekitar, namun Kota Palu berkomitmen tetap melaksanakan kompetisi tersebut.

“Kompetisi MNR ini sudah tahun ke tiga kita laksanakan di Palu, uniknya kompetisi tahun ini bukan hanya siswa yang ikut serta, tetapi ada juga olimpiade guru matematika,” ujar Ilham.

Kata dia, sebelumnya di babak penyisihan peserta (siswa) yang mengikuti kompetisi tersebut berjumlah 154 siswa, dan untuk babak semi final kali ini diikuti oleh 37 siswa dari jenjang SMA, SMP dan SD.

“Setelah peserta mengikuti semi final ini, soal-soal yang mereka kerjakan akan dikirim ke Pusat, kemudian hasilnya nanti akan diumumkan secara online. Yang berhasil lulus akan berangkat ke Bogor untuk berkompetisi di tingkat nasional,” ungkapnya.

Ilham mengatakan sebelumnya para peserta telah mengikuti babak uji soal pada Oktober lalu. Kemudian babak penyisihan digelar pada Desember tahun kemarin, setelah itu Februari baru masuk babak semi final.

“Kami berharap siswa lebih termotivasi untuk belajar matematika nalar, karena konsep lomba ini sangat unik. Biaya lomba ini dibayar se-ikhlasnya. Jadi tidak ada patokan biaya ini sesuai kemampuan siswa, sehingga siapa saja bisa ikut selama dirinya punya motivasi untuk berkompetisi matematika,” katanya.

Selain itu kata Ilham, karena soal matematikanya sifatnya nalar, maka diharapkan siswa yang mengikuti kompetisi ini bukan sekadar cepat berhitung tetapi harus pandai bernalar.

“Peserta yang mengikuti kompetisi ini siswa-siswi dari Kota Palu, sebab kami belum mengjangkau kabupaten lainnya,” tambahnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here