Home Morowali

Bupati Morowali Usulkan Perusda Kelola Tambang

367
Forum diskusi bersama Pemkab Morowali dengan Tim Lemhanas RI di Morowali, Rabu,20 Februari 2019. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Morowali, Metrosulawesi.id – Bupati Morowali Taslim menjelaskan meski sudah banyak perusahaan tambang di Morowali, namun pemegang IUP masih dikuasai oleh pengusaha dari luar Morowali. Padahal, kata dia Kabupaten Morowali memiliki Perusahaan Daerah (Perusda) yang dikelola anak daerah, yang dapat didorong fungsinya.

Hal itu dikemukakan Bupati Morowali pada forum diskusi bersama Pemkab Morowali dengan Tim Lemhanas RI di Morowali, Rabu,20 Februari 2019.

“Melalui kesempatan ini,Tim Lemhanas RI mungkin dapat menyampaikan ke Pusat mengeluarkan sebuah regulasi bagaimana mengatur IUP itu juga bisa dimiliki oleh orang-orang Perusda. Artinya ini, bisa membatasi pengusaha dari luar Morowali. Hal ini menjadi salah satu usulan kami,”kata Taslim dalam forum.

Pada forum itu, Kepala Dinas Transker Morowali H Umar Rasyid juga mengharapkan regulasi yang termasuk soal pengawasan terhadap perusahaan dapat dikembalikan kepada kabupaten/ kota. Sebab regulasi itu,kewenangannya masih diberikan pada pihak Pemerintah Provinsi.

Sementara itu, Tim Lemhanas RI meyakinkan perihal yang dipresentasikan pada forum sekaligus menjadi usulan dari Pemkab Morowali akan diteruskan kepada Presiden RI sebagai bahan laporan yang diperoleh dari Kabupaten Morowali.

“Perlu kami sampaikan bahwa semua bahan keterangan yang kami peroleh dari Morowali ini akan kami sampaikan kepada bapak Presiden RI,”kata Ketua Tim Lemhanas RI,Marsekal Muda Sudi Hartawan di dalam forum.

Sudi Hartawan mengakui bahwa daerah Kabupaten Morowali banyak perusahaan tambang nikel, hampir semua bahan bakunya milik alam Morowali. Olehnya itu, pemerintah berkewajiban mengontrol dan memberikan pengawasan.

“Kenapa perlu pengawasan, tujuannya untuk anak cucu kita. Karena kalau diolah terus, dipastikan akan tiba saatnya nanti, kekayaan alam yang kita punyai ini akan habis. Sehingga generasi berikutnya tidak bisa lagi menikmatinya,” ujarnya.

Reporter: Murad Mangge
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas