Home Palu

1.830 Kasus Lakalantas di Sulteng

175
DIALOG - Plt Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sulteng AKBP Agustin Tampi menyampaikan materi mewakili Dirlantas dialog interaktif Millenial Road Safety Festival. Dialog di Gedung Research Center Untad, Selasa, 19 Februari 2019. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

  • Polda Sulteng Dialog Millenial Road Safety Festival

Palu, Metrosulawesi.id – Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) masih menjadi keprihatinan hampir disemua daerah. Untuk wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, tercatat angka lakalantas sepanjang tahun 2018 mencapai 1.830 kasus.

“Ini menjadi keprihatinan kita bersama, terlebih hampir semua korban jiwa didominasi usia produktif,” ujar Plt Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sulteng AKBP Agustin Tampi di Gedung Research Center Universitas Tadulako (Untad), Selasa, 19 Februari 2019.

Kehadiran AKBP Agustin bersama jajarannya di Untad dalam rangka dialog interaktif Millenial Road Safety Festival. Dialog mengusung tema mewujudkan millenial cinta lalu lintas menuju Indonesia gemilang dengan melibatkan civitas akademika Untad.

Dengan menyasar generasi millenial, peserta dialog diharap bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Hal tersebut kata Agustin sebagai upaya menekan kasus lakalantas di wilayah hukumnya. Itu karena dari 1.830 kasus lakalantas pada 2018, tercatat 416 korban harus meregang nyawa. Sementara luka berat sebanyak 826 orang dan luka ringan 2.104 orang.

“Makanya kita berharap generasi millenial bisa menekan kejadian-kejadian berlalu lintas. Kenapa kita tekankan ke generasi millenial karena rata-rata korban lalakantas usia antara 15 sampai 30 tahun,” ucap Agustin.

Dia mengatakan tertib berlalu lintas tidak boleh hanya menjadi slogan, harus dijadikan budaya. Semua pihak wajib dengan kesadaran diri mematuhi rambu-rambu lalu lintas tanpa terkecuali. Polda Sulteng sendiri dikatakan akan terus melakukan sosialisasi di kabupaten/kota.

“Jangan ada lagi mati sia-sia di jalan akibat kecelakaan yang disebakan kelalaian tidak mematuhi aturan berlalu lintas,” imbuhnya.

AKBP Agustin menambahkan dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas, kondisi fisik pengendara dan jalan turut menjadi penentu. Kedua hal itu harus menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah selaku pihak yang bertanggungjawab dalam menyediakan sarana-prasarana.

“Memang kalau untuk zero accident saya rasa tidak akan mungkin, sulit itu, tapi dengan segala upaya-upaya yang dilakukan pemerintah, kita berharap bisa menekan fatalitas lakalantas,” tandasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas