Home Palu

Pencairan Dana Stimulan Bertahap

386
Presley Tampubolon. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Presly Tampubolon mengatakan, penyaluran dana stimulan langsung ke rekening masyarakat. Teknis penyaluran dana stimulan kerusakan rumah melalui beberapa proses di antaranya, setelah dilakukan validasi data, BPBD akan serahkan data kepada Satgas Provinsi kemudian Satgas itu akan mengusulkan ke Pusat.

“Nanti pusat akan menyalurkan dana stimulan itu langsung ke rekening masyarakat. Kemudian pengambilannya sesuai dengan proses pemanfaatan yang dibimbing langsung oleh fasilitator yang dibentuk oleh tim gabungan Provinsi,” kata Presly melalui ponselnya, Selasa, 19 Februari 2019.

Kata dia, sesuai SK Walikota Palu ada 42 ribu rumah rusak, namun data itu harus di-asesmen sesuai dengan asesmen di PU, sehingga tingkat kerusakan rumah itu akan diketahui berapa sesungguhnya rusak sedang, ringan, berat dan hilang, sesudah itu akan diproses ke tahap selanjutnya.

“Asesmen itu telah dijalankan oleh PU, tinggal nanti kami selaraskan dengan hasil pendataan di tingkat kelurahan, yang dilakukan oleh Lurah dan OPD lainnya,” ujarnya.

Presly mengaku, angka dana bantuan stimulan yang tentukan adalah pusat, Pemeritah Kota diminta melakukan persiapkan terkait pemanfaatan data-data itu.

“Semoga penyaluran dana stimulan ini bisa cepat dilakukan dan data-data di masyarakat juga cepat dilengkapi,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas PU Kota Palu Iskandar mengatakan, dana stimulan itu nanti akan di-transfer ke Mandiri dan penerima itu adalah masyarakat, tetapi akan difasilitasi oleh fasilitator yang dibentuk oleh PUPR dan BNPB.

“Rekening itu dari BNPB kemudian disalurkan ke Mandiri, tetapi untuk penyaluran bukan langsung ke masyarakat, tetapi nanti akan dibentuk kelompok masyarakat, kelompok tersebut yang akan menerima dana stimulan itu, kemudian baru akan dibangun atau diperbaiki rumahnya warga,” ujarnya.

“Misalnya di dalam kelompok masyarakat ada 15-20 Kepala Keluaraga (KK), kemudian itu kelompok itu tentunya ada ketua, sekretaris dan bendahara, kemudian nanti kelompok itu akan membuat rekening. Yang jelas menurut BNPB penyaluran dana stimulan itu sama dengan di Lombok,” jelasnya.

Kemudian kata Iskandar, fasilitator mengarahkan kelompok itu tentang perbaikan rumah warga, misalnya dihitunglah ukuran pondasi sekian baru akan ditransfer dulu biaya pondasi, setelah selesai perbaikan pondasi baru akan ditransfer lagi dana yang lain, namun dana itu melalui kelompok masyarakat yang telah dibentuk.

“Jika misalnya dalam satu kelompok 10 KK, berarti ada sepuluh rumah diperbaiki. Begitulah teknisnya hingga pembangunan rumah warga yang rusak selesai,” ungkapnya.

Iskandar mengatakan saat ini fasilitator yang dibentuk PUPR sementara dilakukan pembekalan, fasilitator itu di dalamnya ada dari TNI, Masyarakat, Akademisi serta lainnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas