Home Ekonomi

Asbuton Kesulitan Pasarkan Produk di Sulteng

288
KEMAS ASPAL - Para Pekerja bersiap memindahkan aspal hasil produksi PT Asbuton yang telah dikemas dalam karung. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu diharap mampu menjadi salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Kawasan khusus industri tersebut sejak lama digadang-gadang mampu menarik banyak minat investor karena letaknya yang strategis. Namun hingga saat ini, setidaknya baru dua perusahaan industri yang berproduksi di sana.

Salah satu perusahaan industri yang sudah beroperasi di KEK Palu yakni PT Asbuton. Perusahaan yang memproduksi aspal tersebut sudah beroperasi sejak 2016. Namun, pihak perusahaan mengaku kesulitan memasarkan produk mereka di daerah ini.

“Asbuton didirikan tahun 2016 sudah mulai produksi akhir tahun. Kemudian 2017 sudah digunakan, sebagian sudah ada yang menggunakan di Sulawesi Tengah, tapi lebih banyak digunakan di Sulawesi Barat,” ungkap Direktur PT Asbuton Johan Agan, Senin 18 September 2019.

Dia menyebut, sebagian besar hasil produksi mereka justru digunakan di luar daerah, seperti Kalimantan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Ia menyebut, produk mereka yang merupakan jenis aspal dingin siap pakai (Ready Mix Asphalt) baru mulai masif digunakan di daerah ini pasca bencana.

“Selama ini jalan saja, tapi kendala kami sekarang ini setelah kita pindah di KEK produksi bagus, mesin bagus, tapi pangsa pasarnya, khususnya di Sulawesi Tengah. itu kendala,” katanya.

Ia berharap pemerintah setempat mendukung industrial di KEK Palu untuk bisa memasarkan produknya. Apalagi kualitas produk yang dihasilkan juga sangat baik.

PT Asbuton sendiri mampu memproduksi 200 ton aspal per hari dengan tenaga kerja yang digunakan mencapai seratusan orang. Pekerja yang digunakan mayoritas adalah masyarakat sekitar.
Sayangnya, pihak perusahaan tidak berproduksi setiap hari.

“Karena kita masih kesulitan untuk memasarkan makanya kita paling tidak produksinya hanya 15 hari dalam sebulan,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat melirik aspal produk Asbuton untuk pekerjaan proyek-proyek jalan di daerah ini.

“Bagaimana pemerintah untuk mengarahkan itu, sebagian seperti dari PUPR Provinsi sudah menggunakan untuk pecing-pecing yang produksi Ready Mix Asphalt,” kata dia.

Dia mengakui, masalah perizinan dan administrasi di KEK Palu terbilang mudah. Namun setelah beroperasi, pihak perusahaan justru terkendala pemasaran produk.

“Kami juga sudah berusaha untuk memperkenalkan terus ke pihak-pihak PUPR, khususnya balai, dan mudah-mudahan tahun 2019 ada,” harap Johan.

Sementara itu, Direktur PT Bangun Palu Sulteng (BPST) Agus Lamakarate sebagai pihak pengelola administrator KEK Palu mengaku akan membantu setiap investor di KEK Palu, termasuk dalam urusan pemasaran.

“Kita akan bantu, termasuk kita juga siapkan infrastruktur-infrastruktur pendukung seperti jalan untuk mereka,” kata Agus Lamakarate.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas