Home Morowali

Asrama Mahasiswa Bungku di Palu Memprihatinkan

444
TIDAK LAYAK HUNI - Beginilah kondisi bangunan Asrama Mahasiswa Bungku-Morowali di Jalan Lengaru, Lorong Puskesmas Kelurahan Bayaoge, Kota Palu. Foto ini diambil, Senin 18 Februari 2019. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

  • Sudah 20 Tahun Tak Dapat Perbaikan

Palu, Metrosulawesi.id – Kondisi asrama Mahasiswa Bungku-Morowali di Jalan Lengaru, Lorong Puskesmas Kelurahan Bayaoge, kota Palu memprihatinkan. Kondisi bangunan yang terbuat dari papan itu tidak layak huni. Sejak berdiri 20 tahun lalu, asrama itu belum tersentuh perbaikan dari Pemkab Morowali.

Isigfar Tamauka, salah satu penghuni Asrama Bungku mengungkapkan, dia dan puluhan rekannya terpaksa menggunakan menggunakan dana pribadi untuk sekadar memperbaiki bangunan asrama tersebut.

“Kita lihat sendiri kondisi bangunan atap banyak yang rusak. Ditambah lagi bila musim hujan tiba air masuk sampai ke dalam kamar asrama. Mau tidak mau dari pada menunggu bantuan terpaksa kami gunakan dana pribadi,” ujar Isigfar.

Hingga saat ini katanya, asrama tersebut dihuni sebanyak 30 mahasiswa. Mereka berasal dari Manui, Bungku Barat dan Bungku Tengah. Tapi tidak jarang ada di antaranya terpaksa memilih tinggal di kos-kosan karena sudah tak tahan menempati asrama yang kondisi bangunannya sudah tak layak huni.

“Sebenarnya, mahasiswa yang tinggal di sini itu banyak. Namun, dengan kondisi bangunan seperti ini. Yah, Mereka terpaksa lebih memilih tinggal di kos dari pada di sini,” jelas Isigfar.

Bangunan asrama Mahasiswa Bungku tersebut berdiri semi permanen. Berdindingkan papan. Sebagian beratap daun rumbia sedangkan lainnya sudah menggunakan atap seng. Asrama tersebut memiliki empat kamar mandi umum.

Isigfar mengakui pihaknya sudah mengajukan proposal bantuan untuk perbaikan bangunan asrama ke Pemerintah Kabupaten Morowali. Namun, hingga saat ini permohonan bantuan tersebut belum terealisasi.

“Kadang orang yang dari Morowali hanya datang ambil dokumentasi foto dan hanya sekadar bertanya, tapi tidak ada juga sampai sekarang bantuan yang datang dari pemerintah maupun pihak swasta,” ucap Isigfar.

Untuk memperbaiki atap yang sudah bocor-bocor, Isigfar mengaku pihaknya terpaksa meminta kiriman atap daun rumbia dari Bungku.

“Kami terpaksa memesan ke Bungku, karena kalau atap yang di Palu tidak bisa bertahan satu tahun sudah harus diganti lagi,” katanya.

Hal senada juga dikemukakan Isman, yang juga penghuni Asrama Bungku. Menurutnya, pemerintah Kabupaten Morowali harus memperhatikan nasih para mahasiswa asal Morowali yang tengah menuntut ilmu di Kota Palu. Selain itu, ia berharap agar secepatnya bantuan renovasi bangunan asrama segera dilaksanakan dikarenakan sudah terlalu lama janji yang diberikan oleh pemerintah.

“Kami butuh perhatian pemerintah Kabupaten Morowali terkhusus warga penghuni Asrama Bungku. Kami meminta ganti dengan bangunan yang layak karena bangunan ini sudah cukup lama dan banyak sudah yang rusak,” harapnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas