Home Sulteng

PUPR Baru Selesaikan 442 Huntara

193
BERI PENJELASAN - Sekteraris Daerah Provinsi Sulteng Mohamad Hidayat saat memberi penjelasan kepada Tim Pengawasan Bencana DPR RI dipimpin Fahrurozi di Ruang Kerjanya, Kamis, 14 Februari 2019. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.id – Sekteraris Daerah Provinsi Sulteng Mohamad Hidayat mengungkapkan pembagunan Hunian sementara (Huntara) oleh Satgas PUPR baru selesai 442 unit. Dari jumlah tersebut belum semua bisa dihuni karena terkendala listrik dan air bersih.

“Belum seluruhnya bisa ditempati karena beberapa Huntara belum ada meteran listrik dan juga masih ada kendala air bersih,” ungkap Hidayat kepada Tim Pengawasan Bencana DPR RI dipimpin Fahrurozi di Ruang Kerjanya, Kamis, 14 Februari 2019.

Kunjungan Tim Pengawasan Bencana DPR RI untuk mendapatkan data dan informasi terkait bencana di Sulawesi Tengah. Selain itu juga ingin mengetahui sejauh mana langkah-langkah yang dilakukan dalam proses pemulihan, rencana rehabilitasi dan rrekonstruksi serta persiapan pembangunan Hunian tetap (Huntap).

Terakit Huntap, Hidayat menjelaskan masih terkendala lokasi yang diusulkan karena prosesnya belum seluruhnya selesai. Saat ini baru dua lokasi yang sudah selesai yaitu Duyu dan Pombeye/Oloboju.

Sementara lokasi Tondo dan Talise masih sementara proses. Kendala lainnya yaitu biaya pembangunan Huntab yang diharapkan ada kajian kembali karena anggaran pembangunan satu unit Huntap masih sangat kecil.

“Supaya harapan kita membangun rumah tahan gempa dan layak dapat diwujudkan,” ujar Hidayat.

Hidayat juga menyampaikan agar pemberian dana stimulan dapat dipermudah dan perlu pendampingan. Hal tersebut agar dana stimulan yang akan diberikan kepada masyarakat dapat benar-benar dimanfaatkan untuk perbaikan rumah, baik rumah rusak berat, sedang dan ringan.

“Saat ini proses validasi data untuk dana stimulan dan dana santunan sudah sementara finalisasi oleh kabupaten/kota terdampak bencana. Selanjutnya data disampaikan guna pencairan dana tersebut,” tandas Hidayat.

Menanggapi itu, Fahrurozi mengutarakan data dan informasi yang sudah diterima akan disampaikan kepada Tim Pengawasan Bencana DPR RI agar dijadikan bahan kebijakan bersama pemerintah didalam percepatan pemulihan dampak bencana di Sulawesi Tengah.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas