Home Donggala Dukcapil dan KPUD Donggala Beda Data

Dukcapil dan KPUD Donggala Beda Data

144
Taufik Yotolembah. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)
  • 3.000 Warga Donggala Belum Miliki KTP

Donggala, Metrosulawesi.id – Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten Donggala mencatat ada 3.000 lebih warga Donggala yang belum melakukan perekaman alias belum memilki kartu tanda penduduk (KTP).

Demikian dikatakan Kadis Capil Donggala Taufik Yotolembah saat ditemui di kantornya, Rabu 13 Februari 2018.

“Iya memang benar ada 3.000 jiwa warga Donggala belum melakukan perekaman. Dan ini lagi kami genjot untuk menyelesaikannya dengan sistem jemput bola turun ke kecamatan. Kalau kepentingan pemilu kami antisipasi dengan suket, karena berdasarkan aturan jika sampai batas waktu pemilu dilaksanakan warga belum terdafar bisa menggunakan suket,” katanya.

Kata mantan Kadis Dikjar keterlambatan proses perekaman dikarenakan beberapa pekan alat untuk mencetak KTP kehabisan tinta (filem/reborn) sehingga pihaknya harus bekerja ekstra mencari bahan atau tinta hingga ke Jakarta.

“Seluruh Indonesia ada 514 kabupaten/ kota yang mengambil atau membeli tinta di tempat yang sama sehingga stok cepat habis, tapi sekarang sudah normal kembali semua proses percetakan KTP kembali dilakukan,” sebutnya.

“1 reborn (tinta) bisa mencetak 1.000 lebih KTP, kami optimis persoalan administrasi kependudukan bisa teratasi,” bebernya.

Disinggung perbedaan data penduduk antara KPUD dan Capil yang bisa berimbas pada pileg dan pilpres, Taufik mengakui memang ada perbedaan data penduduk.

Bahkan kata taufik jumlah penduduk Donggala secara keselurahn per Desember 2018 yakni 300 ribu lebih jiwa. Sedangkan konteks DPT atau warga yang memiliki hak pilih (berdasar KTP) versi capil jumlahnya itu 218 ribu jiwa, sedangkan versi KPUD berdasar DPT 205 ribu jiwa.

“Kami sudah lakukan rapat dengan pihak KPUD terkait hal ini, dan kami juga menyarankan pihak KPUD dalam mendata penduduk untuk pemilu tidak mencatat nama karena biasanya petugas tersebut ogah-ogahan, contoh karena malas nama warga biasa disingkat sehingga tidak konek di sistem capil, solusinya petugas KPUD harus meminta data penduduk berupa suket/ KTP pasti konek di sistem capil. Kalau data capil berdasarkan DP 4 (daftar penduduk pemilih potensial pemilu) itu 21,879,98 jiwa” jelasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here