Home Palu

SNMPTN Ditutup Besok, SBMPTN Dibuka Maret

214
BERI KETERANGAN - Penanggungjawab LTMPT Untad Prof Dr Sutarman Yodo SH MH (kanan) didampingi Sekretaris LTMPT Untad Rudy Gosal (tengah) dan Humas LTMPT Dr Darsikin (kiri) memberi keterangan kepada awak media di Palu, Selasa, 13 Februari 2019. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Universitas Tadulako (Untad) yang ikut terdampak gempabumi masih mendapat kepercayaan membuka penerimaan mahasiswa baru. Total mahasiswa baru yang akan diterima di Untad tahun ini sebanyak 8.705 orang.

Kuota tersebut terbagi untuk tiga jalur penerimaan yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebanyak 1.829 orang, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebanyak 4.265 orang dan Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) sebanyak 2.611 orang.

Penanggungjawab Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Untad Prof Dr Sutarman Yodo SH MH yang juga selaku Wakil Rektor Bidang Akademik menerangkan saat ini Universitas Tadulako sudah membuka penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Penerimaan yang juga dikenal sebagai jalur undangan tersebut akan ditutup besok, 14 Februari 2019.

“Perlu kami informasikan penerimaan mahasiswa baru tahun ini hanya berbasis komputer, tidak ada lagi berbasis dokumen. Kami akan bekerjasama dengan beberapa sekolah di Kota Palu untuk pelaksanaan tes karena kita kekurangan komputer,” terang Prof Sutarman didampingi Sekretaris LTMPT Untad Rudy Gosal dan Humas LTMPT Dr Darsikin kepada awak media di Palu, Selasa, 13 Februari 2019.

Dari 542 SMA sederajat di Sulteng, baru 120 sekolah yang telah mendaftar ikut SNMPTN. Jumlah sekolah pendaftar tersebut jauh menurun dibanding tahun sebelumnya yang dimaklumi sebagai dampak bencana di Sulteng. Pengumuman hasil SNMPTN direncanakan pada 23 Maret mendatang.

Menunggu pengumuman SNMPTN, Prof Sutarman mengatakan Untad akan mulai membuka jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 1 Maret hingga 1 April melalui sbmptn.ac.id. Pendaftaran SBMPTN dibuka dua gelombang dengan pembagian 1 sampai 24 Maret gelombang satu dan 25 Maret sampai 1 April gelombang dua. Pelaksanaan tes gelombang satu 13 April sampai 4 Mei dan gelombang dua 11 sampai 26 Mei. Adapun pengumuman SBMPTN akan dilakukan pada 9 Juli 2019.

Prof Sutarman mengungkapkan dengan hadirnya LTMPT terdapat perubahan pelaksanaan tes SBMPTN. Selain hanya akan menggunakan sistem tes berbasis komputer, pendaftar juga harus terlebih dahulu ikut tes baru kemudian bisa menentukan perguruan tinggi dan prodi/jurusan sesuai nilai yang diperoleh.

“Jadi peserta harus ikut tes dahulu baru kemudian memilih perguruan tinggi dan program studi atau jurusan setelah dinyatakan lulus. Prodi yang bisa dipilih sesuai nilai yang didapat karena ada passing grade masing-masing program studi. Tapi peserta diberi kesempatan mengkuti ujian sebanyak dua kali,” ungkapnya.

Dia menjelaskan sistem penentuan peserta yang lulus untuk memasuki suatu prodi berdasarkan perengkingan. Dicontohkan jika satu prodi atau jurusan membuka kuota seratus kursi, maka yang berhak mendudukinya peserta yang lulus dengan rangking 1 sampai 100.

Dengan adanya perbedaan-perbedaan itu, Prof Sutarman mengharapkan peserta harus lebih aktif mencari informasi. Panitia dikatakan akan berupaya maksimal membantu apabila terkendala jaringan internet dengan membuka posko di area Rektorat Untad.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas