Home Morowali 15 Penyu Hijau Nyaris Jadi Santapan

15 Penyu Hijau Nyaris Jadi Santapan

160
DILEPAS KE LAUT - Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kabupaten Morowali akhirnya mengembalikan 15 ekor Penyu Hijau (Cheliona Mydas) kehabitatnya, Senin 11 Februari 2019. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)
  • Diamankan PSDKP Morowali, Lalu Dilepas ke Habitatnya

Morowali, Metrosulawesi.id – Belasan Penyu Hijau (Cheliona Mydas) nyaris saja terjual dan jadi santapan manusia, jika Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kabupaten Morowali tidak segera mengamankannya. Ke-15 penyu itu didapat di keramba jaring apung milik kelompok nelayan di desa Lahuafa, Kecamatan Bungku Timur.

Rencananya hewan yang dilindungi itu akan dijual untuk keperluan konsumsi. Nelayan mengaku tidak tahu, jika penyu tersebut, termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi.

Setelah diamankan pada Jumat 8 Februari, ke-15 Penyu Hijau tersebut kemudian dilepas ke habitanya oleh PSDKP Morowali pada Senin 11 Februari 2019.

Seluruh hasil sitaan itu dilakukan proses identifikasi dan di-taging dan kemudian diketahui 15 ekor Penyu Hijau ini kesemuanya berjenis kelamin jantan.

Keberadaan spesies dilindungi ini petama kalinya diketahui dari adanya laporan masyarakat kepada pengawas perikanan yang menyampaikan adanya penampungan Penyu Hijau di keramba jaring apung milik salah satu kelompok nelayan di Desa Lahuafu.

Kemudian pengawas perikanan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Morowali dan instansi terkait, untuk melakukan pemeriksaaan di lokasi, dan ditemukan adanya penampungan Penyu Hijau yang merupakan salah satu spesies dilindungi.

Salah satu petugas PSDKP Morowali, Muliadi menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pemilik bahwa Penyu Hijau tersebut akan dijual kepada masyarakat untuk kebutuhan konsumsi. Sementara, pemilik mengatakan tidak mengetahui bahwa spesies Penyu tersebut merupakan spesies yang termasuk kategori dilindungi berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Tim Pengawas Perikanan dan Penyidikan Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan Direktorat Jenderal PSDKP akan melakukan pendalaman lebih lanjut atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik. Sementara terhadap 15 (lima belas) ekor Penyu Hijau tersebut akan dilepasliarkan ke alam,” jelasnya.

Muliadi menyebutkan, Penyu merupakan salah satu jenis ikan yang dilindungi, karena keberadaannya telah terancam punah yang diakibatkan oleh faktor alam maupun aktivitas manusia. Di Indonesia terdapat enam jenis Penyu yang dilindungi, yaitu Penyu Hijau (Chelonia Mydas),Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata), Penyu Tempayan (Caretta caretta), Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu Ridel/Abu-abu (Lepidochelys olivacea) dan Penyu Pipih (Natator depressa).

“Adapun peraturan perundang-undangan yang terkait dengan perlindungan penyu serta habitatnya, yaitu UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, PP Nomor 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa, PP Nomor 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan, dan Keputusan Presiden Nomor 43 Tahun 1978 tentang Pengesahan Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) of Wild Fauna and Flora,” papar Mulyadi.

Reporter: Murad Mangge
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here