Home Palu

Lurah: Bantuan Bukan untuk Warga Miskin

257
Anwar Daud. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Lurah Buluri, Anwar Daud mengungkapkan bantuan yang datang di kelurahan diperuntukan bagi para pengungsi yang mendiami Hunian Sementara (Huntara), bukan untuk warga miskin.

“Warga mengira bantuan yang diberikan untuk warga miskin. Tapi mereka salah, ternyata untuk warga yang menjadi korban bencana tsunami yang tinggal di Huntara,” jelas Lurah Buluri, Senin 11 Februari 2019.

Sementara itu, Ia mengakui pihaknya memberikan data penerima bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Sulteng sesuai dengan warga yang berada di lokasi Huntara, sehingga bantuan tersebut hanya diperuntukkan bagi warga korban bencana.

“Data itulah yang kami masukkan ke dinas. Ada sebagian warga di luar Huntara yang bukan pengungsi salah faham, mereka mengira itu bantuan untuk warga miskin. Maka dari itu mereka keberatan. Tapi kami sudah berikan penjelasan kepada beberapa warga terkait hal itu,” terangnya.

Menurutnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait penyaluran bantuan sembako tersebut, dirinya beserta jajaran pemerintah kelurahan meminta kepada warga Huntara untuk membagikan secara ikhlas bantuan tersebut kepada warga terdampak bencana yang ada diluar Huntara.

“Beras per jiwa kami bagikan sekitar 20 Kg X 700 gram. Sementara, untuk telur per jiwa sekitar 2 rak. Minyak goreng 1 lusin per KK dan untuk ikan asin 6 kg per KK. Sedangkan, ikan sarden sekitar 1 dos per KK,” ucapnya.

Ia mengungkapkan warga Kelurahan Buluri baik yang tinggal di Huntara maupun yang tidak mendiami Huntara kini sudah sepakat untuk membagikan setiap bantuan yang masuk di kelurahan itu.

“Dari satu jiwa ada yang diberikan 5 kg, ada yang 10 Kg, kami kumpulkan, lalu dibagikan kepada masyarakat yang tidak terdata di Huntara. Sementara yang terdata, ada sebanyak 35 unit rumah yang mengalami kerusakan akibat stunami,” ungkapnya.

Kata dia, alasan sebagian warga di kelurahan itu tidak mendiami Huntara karena pihaknya hanya memasukkan data pengungsi, bukan data masyarakat miskin.

“Sedangkan kategori pengungsi adalah yang rumahnya rusak akibat gempa bumi dan tsunami di pesisir pantai Teluk Palu. Alhamdulillah, Huntara di Buluri ada 80 bilik yang dibangun oleh ACT Malaysia,” tutupnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas