Home Ekonomi

Beralih Profesi dari Peternak Ayam Menjadi Penjual Jus

623
JUAL JUS - Teguh bersama istri berfoto bersama di depan outletnya. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

  • Inves Rp8 Juta, Sehari Bisa Dapat Rp800 Ribu

Merasa tak begitu beruntung mengelola usaha pertenakan ayam. Teguh beralih usaha menjual jus dari berbagai jenis buah. Seperti apa? Berikut kisahnya.

PASCABENCANA usaha peternakan ayam tidak terlalu menjanjikan. Itulah sebabnya, Teguh kemudian banting stir membuka usaha dengan jualan jus.

“Sebelumnya, saya usaha peternakan ayam dan saya beralih profesi menjadi penjual kuliner seperti ini melihat kondisi dan peluang usaha yang menjanjikan,” ungkap Teguh saat ditemui Metrosulawesi, Ahad 9 Februari 2019.

Usaha tersebut dirintisnya baru sekitar 3 bulan berjalan pascabencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah 28 September 2018. Dengan modal seadanya ia berani membuka usaha tersebut dengan diberi nama Fit Juice.

“Modal awal kurang lebih sekitar Rp8 juta. Ada juga dari bantuan keluarga dan sisa-sisa penjualan aset yang lalu,” terangnya.

Menurutnya, modal yang diperlukan dalam usaha ini antara lain tempat usaha, gerobak jus, peralatan lain seperti blender, gelas, serta modal biaya untuk operasional lainnya.
Bagaimana omset penjualannya?

“Per hari tidak tentu juga pendapatan tergantung pembeli. Tapi, kalau dirata-ratakan sekitar Rp500 hingga Rp 800 ribu per hari karena ada dua outlet di Jalan Basuki Rahmat dan di Lapangan Vatulemo depan kantor Walikota Palu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan akan membuka satu outlet lagi di depan Mal Tatura Palu. Sementara itu, pelanggan yang membeli di tempat tersebut di akhir pekan, tepatnya di hari Jumat, Sabtu dan Ahad.

“Sekarang kita juga ada pelanggan tetap dari instansi-instansi swasta dan pemerintah. Kalau hari Jumat kami dikontrak sebanyak 35 cup atau gelas oleh sanggar senam di Jalan Towua,” katanya.

Dia mengungkapkan ada 16 varian rasa, yaitu untuk jus single dan Jus Soulmate ada 9 varian yang ditawarkan kepada pelanggan. Sedangkan, harganya pun cukup terjangkau murah berkisar Rp10 ribu per cup ukuran 250-300 mililiter.

“Terdiri dari, jeruk, tomat, wortel, melon, Apel, Nanas, Anggur, Jambu, Belimbing, Alpokat, Strawberry, mangga, Buah Naga, Semangka, durian dan sirsak,” ungkap Teguh.

Khusus Jus Soulmate yang menampilkan 9 varian rasa buah campuran, termasuk memiliki nama yang cukup unik. Serta, harga per cup sekitar Rp12 ribu.

“Seperti, Jus Woles (Wortel + Nanas), Ngana (Buah Naga + Mangga),  Adul (Alpokat + Durian),  Tote (Tomat + Wortel), Singga (Sirsak + Mangga),  Gatel (Buah Naga + Wortel), Kapel (Jeruk + Apel),  Petor (Apel + Wortel),  Mangger (Mangga + Jeruk),” kata dia.

Buah-buahan yang dijadikan jus adalah buah segar yang dibelinya dari salah satu toko ritel modern dan di pasar tradisional di Kota Palu. Sedangkan, menurutnya sampai hari ini belum menemui kendala dalam membangun usaha jus buah tersebut.

“Kalau kendala bahan tergantung dari kami saja. Sementara, untuk biaya pembelian buah kurang lebih sekitar Rp 200- Rp250 ribu per hari,” jelasnya.

Ia berharap kepada Pemerintah Kota Palu  secepatnya menyediakan tempat wisata seperti di Pantai Talise sebelum terjadi bencana. Selain itu, ia juga berharap agar pemerintah bisa membantu dalam hal modal usaha.

“Sekarang trend bisnis sedikit beralih yang dulu sangat jarang membuka lapak kecil, gerobak  kecil maupun outlet, tapi sekarang ini mulai menjamur. Harapan saya untuk Kota Palu agar ke depan pemerintah mendukung dan menyiapkan tempat bagi pedagang sebagai pengganti kawasan ekonomi UMKM yang telah diterjang stunami di pantai Talise,” tutupnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas