Home Nasional Tumbuhkan Toleransi, Tentara Pun Jadi Guru Ngaji

Tumbuhkan Toleransi, Tentara Pun Jadi Guru Ngaji

139
MERANGKAP GURU NGAJI - Personil Satgas 711/Raksatama, sedang mengajar mengaji anak-anak di Desa Iha. (Foto: Satgas 711/Raksatama)
  • Ketika Yonif 711/ Raksatama Satgas Pamrahwan di Maluku

Kehadiran anggota TNI dari Yonif 711/ Raksatama di Maluku tidak hanya sekadar menjaga keamanan. Para tentara itu pun merangkap jadi guru ngaji dan membantu layanan kesehatan. Kok bisa? Berikut kisah lengkapnya.

DALAM menjalankan tugasnya sebagai Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan), berbagai kegiatan dilakukan oleh Yonif 711/ Raksatama. Semua itu untuk mendukung percepatan rekonsiliasi di Maluku secara utuh. Salah satu di antaranya, menumbuhkan toleransi dengan mengajar mengaji kepada anak-anak di Desa Iha, yang berada Seram Bagian Barat, Maluku.

Dansatgas Yonif 711/Raksatama, Letkol Inf Fanny Pantouw MTr Han, MI Pol melalui seluler, Ahad 10 Februari 2019, mengatakan bahwa kegiatan mengajar mengaji terhadap anak-anak di Desa Iha, merupakan salah satu kegiatan soft therapy, yang mendukung pemulihan dan rekonsiliasi masyarakat di Maluku.

“Dalam pemulihan dan rekonsiliasi, harus membangun saling kepercayaan dan kepedulian baik di dalam internal kelompoknya maupun dengan yang lain,” ucapnya.

Lebih jauh, Danyon 711/Raksatama itu mengatakan bahwa, dari sejarah Maluku, di sini dikenal Pela Gandong, tapi karena ada yang mengusik akhirnya nilai luhur masyarakat Maluku itu pun hampir terkikis. Namun, saat ini,kehidupan sosial masyarakt berangsur mulai membaik dan normal.

“Demikan juga dengan masyarakat Desa Iha yang sudah membangun kehidupan selayaknya sebelum kerusuhan dengan masyarakat Negeri Luhu,” tegasnya.

Hal tersebut terlihat, Letkol Inf Fanny Pantouw, dari momen MTQ se Kabupaten SBB (Seram Bagian Barat), yang dilaksanakan di Negeri Luhu pada tanggal 25 Januari hingga 28 Januari 2019 lalu. Masyarakat kedua desa tersebut bahu membahu membangunkan panggung dan menyukseskan acara tersebut.

Berkaca dari hal tersebut, tambah Fanny, kegiatan (MTQ) baru lalu ini, dijadikan sebagai momentum kembali nilai-nilai luhur masyarakat (Pela Gandong) melalui penanaman kembali toleransi, kebersamaan, kekeluargaan serta kerukunan antarumat beragama.

“Termasuk, bersama pemuka agama maupun tokoh setempat, kita pupuk dari keimanan dan ketaqwaan mereka sesuai agamanya masing-masing. Di antarnya dengan mengajar mengaji bagi anak-anak Desa Iha,” jelasnya.

“Dari situ saja, selain keimanan dan ketakwaan, banyak hal yang diperoleh, yaitu silaturahmi antarwarga dengan Satgas dan antarwarga sendiri. Jika silaturahmi ini terbangun, maka rekonsiliasi di tanah Maluku tidak usah menunggu lama lagi,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, Yonif 711/Raksatama, saat ini sedang menjalankan tugas sebagai Satgas Pamrahwan di wilayah Maluku. Selain mengajarkan mengaji, tentara yang tergabung dalam Satgas Pamrahwan juga membantu layanan kesehatan.

Untuk mendukung layanan kesehatan, maka dibentuk Tim 711 Quick Respons Satgas Yonif 711/Raksatama. Tim ini sudah membantu banyak pasien. Salah satunya mengevakuasi seorang warga yang bernama Sahra (72), yang mengalami sakit komplikasi, dari Desa Negeri Wakal, ke Rumah Sakit Tentara (RST) TK III Dr.J.A. Latumeten, di Ambon, Senin 4 Februari 2019.

Diketahui Desa Negeri Wakal, secara administratif berada dalam Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, yang jaraknya sekitar 36 km dari Kota Ambon. Di wilayah itu hanya ada Puskesmas yang tidak dibuka 24 jam. Sementara, pasien Sahra, harus sudah mendapatkan perawatan.

Dansatgas 711/Raksatama, Letkol Inf Fanny Pantouw, yang mengetahui permasalahan itu, langsung mengirim Tim 711 Quick Respons Satgas Yonif 711/Raksatama, untuk segera ke lokasi, walau dalam keadaan malam hari.

“Informasi ada warga yang memerlukan bantuan itu, saya dapatkan dari Danki SSK 1, Kapten Inf Junior Gideon, yang menyampaikan bahwa ada warga atas nama Sahra, dalam kondisi kritis, namun sarana transportasi di wilayah tesebut sangat terbatas,” ucapnya.

Tanpa pikir panjang, Tim 711 Quick Respons Satgas Yonif 711/Raksatama langsung bertindak mengantar pasien Sahra ke Rumah Sakit Tentara (RST) TK III Dr.J.A. Latumeten, yang berada di Ambon, yang berjarak 36 km dari desa tersebut.

“Saya langsung memerintahakan Tim 711 Quick Respons Satgas Yonif 711/Raksatama, untuk langsung menjeput pasien dan langsung membawanya ke Rumah sakit Tentara yang ada di Ambon, untuk secepatnya mendapat petolongan medis,” jelasnya.

Fanny menjelaskan, Tim 711 Quick Respons Satgas Yonif 711/Raksatama yang dibentuknya itu berawal dari pasukan yang dipimpinnya tengah bertugas sebagai Satgas Pamrahwan di wilayah Maluku, dan salah satu jajarannya digelar di Pos Wakal.

Selain bertanggungjawab terhadap pengamanan wilayah, pihaknya juga menjalankan pembinaan teritorial untuk membantu warga yang ada di sekitar Pos. Seperti halnya Pos Wakal, yang merupakan jajaran dari SSK I.

Reporter: Eddy
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here