Home Sulteng Perjuangan Forum Penghapusan Utang Harus Murni

Perjuangan Forum Penghapusan Utang Harus Murni

168
DIALOG SANTAI - Ahmad M Ali (tengah) saat ngopi bareng debitur korban bencana di Warkop K3, di Jalan Masjid Raya Palu, Ahad 10 Februari 2019. (Foto: Ist)
  • Ngopi Bareng Ahmad M. Ali dan Debitur Korban Bencana

H. Ahmad M Ali SE, anggota DPR RI dapil Sulawesi Tengah, Ahad 10 Februari pagi, menyempatkan diri di Warung Kopi K3, di Jalan Masjid Raya, Kelurahan Lolu Utara, Kota Palu. Kehadiran Ketua Fraksi NasDem DPR RI ini, sangat ditunggu-tunggu, khususnya warga yang menjadi debitur—korban bencana yang berharap penghapusan utang.

SUASANA warung kopi K3, di pagi hari sekitar pukul 09.00 Wita, tampak biasa saja layaknya warung-warung kopi lainnya, yang dipadati pengunjung bersantai ria. Saat pengunjung asyik di mejanya masing-masing, Ahmad M. Ali, yang mengenakan pakaian santai (berkaos warna hitam) masuk menyapa para pengunjung. Sontak kehadiran anggota DPR RI asal Sulawesi Tengah ini, dimanfaatkan pengunjung untuk berdialog. Yusrin L Bana, langsung memandu menginisiatif dialog santai.

Meski sifatnya obrolan santai, sejak awal dialog bergulir ke satu arah, yakni menyangkut nasib debitur yang menjadi korban gempa, likuifaksi dan tsunami yang melanda Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo). Menarik, karena yang hadir selain debitur korban bencana, tampak pula mereka yang tergabung dalam forum yang memperjuangkan nasib debitur.

Tak ingin, dialog santai dikaitkan dengan kegiatan mencari simpatik untuk pemilu 2019 mendatang, Ahmad M Ali, dengan tegas mengatakan, kehadiran dirinya di warung kopi, selain ingin menikmati secangkir kopi susu, ia juga ingin memanfaatkan waktu yang ada untuk bersilaturahmi dan mendengarkan suara-suara warga.

‘’Begini, kenapa saya hadir di sini, awalnya dari saling chat di komunitas di Whatsapp. Makanya saya ajak, yuuuk ngopi bareng di warkop pagi. Nah, jadi jelas kehadiran saya tidak sebagai kapasitas politisi di sini, bukan untuk menilai kinerja pemerintah ataupun untuk kepentingan berpolitik demi pemilu nanti,’’ terang Ahmad Ali.

Namun, secara implisit, ayah dari dua putra ini, menyentil kembali maju pada pesta demokrasi April 2019 mendatang, bukan karena dirinya tidak memiliki pekerjaan. Sejak awal, terjun ke politik semata-mata untuk menyuarakan kepentingan masyarakat di Sulteng.

“Di mana-mana saya selalu memberikan statemen, untuk tidak memilih dirinya jika tidak bermanfaat bagi masyarakat Sulteng. Entah itu dipilih sebagai anggota legislatif, walikota, bupati bahkan gubernur. Jangan memilih saya, jika tidak bermanfaat,” urai Ahmad Ali.

Soal curhatan kegalauan debitur yang menjadi korban bencana, Ahmad Ali yang kini menjabat sebagai Bendahara Umum di Partai NasDem ini, dengan tegas mengatakan perjuangan yang dilakukan warga maupun forum-forum lainnya, adalah perjuangan murni yang tidak mempunyai kepentingan politik.

“Tidak bisa diboncengi atau ada yang ingin memanfaatkan untuk kepentingan politik. Karena murni untuk kepentingan masyarakat, makanya saya peduli dan berusaha memperjuangkan keinginan warga tanpa memasukkan kepentingan politik,” tegas Ahmad Ali.

Karena perjuangan murni inilah, kata Ahmad Ali, ia bersama teman-teman di DPR akan berjuang agar keinginan masyarakat (debitur,red) dapat terpenuhi. Bahkan, ketua DPR RI, Bambang Soesatyo dengan tegas mengatakan apa yang diperjuangan teman-teman di forum maupun DPR RI tidak akan sia-sia.

”Hanya saja, butuh proses. Apa prosesnya? Inilah yang harus dilakukan. Jangan hanya berdiam diri,” tutur Ahmad Ali sembari meyakinkan yang terlibat dalam forum pembelaan para debitur di Padagimo untuk terus konsisten dan mengawal proses perjuangan dalam pemulihan utang debitur.

Terkait kinerja pemerintah dalam penanganan pascagempa di Sulteng, Ahmad Ali yang dikenal ‘caplas-ceplos’ dan apa adanya ini, menolak memberikan penilaian.

“Saya tidak ingin memberikan statemen politik. Kenapa? Kalau sisi politik otomatis akan subjektif memberikan penilaian. Makanya, dari awal saya tegaskan untuk kepentingan masyarakat yang notabenenya korban bencana, harus murni,” tukas Ahmad Ali.

Ditanya soal pernyataan Wapres JK yang menyebutkan tidak ada penghapusan utang? Mantan Ketua Partai NasDem Sulteng ini, menuturkan, apa yang disampaikan Wapres JK, adalah menjawab pertanyaan soal penghapusan utang debitur.

“Saat itu kan beliau ditanyakan bagaimana utang debitur apakah dihapus? Beliau menjawab tidak ada penghapusan. Yaah, memang apa yang yang mau dihapus. Karena proses penghapusan utang debitur kan belum ada. Jelas karena belum ada, Wapres JK mengatakan tidak ada penghapusan,” jawab Ahmad Ali.

Tidak terasa dialog santai bergulir kurang lebih dua jam. Secangkir kopi dan teh pun tinggal sedikit. Mengakhirnya kunjungan di warung kopi, kembali Ahmad Ali menyapa pengunjung untuk berpamitan sembari mengiyakan keinginan pengunjung untuk kembali mendengarkan curhatan warga di kesempatan lain. Semoga..!!!(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here