Home Donggala

Wabup Janji Perjuangkan Nasib Satpol PP

203
TEMUI WABUP - Ratusan honorer Satpol PP menemui Wakil Bupati Moh Yasin Kamis pagi kemarin (7/2), kedatangan honorer itu menanayakan gaji yang belum jelas. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Ratusan honorer Satpol PP Donggala menemui Wakil Bupati Donggala Moh Yasin untuk menanayakan status honor atau gaji yang belum jelas, Kamis pagi kemarin (7/2).

Honorer Satpol PP Donggala menerima informasi bahwa sebanyak 120 tenaga honorer di Satpol tahun ini yang dibayarkan gaji atau honor hanya 50 orang saja sisanya tidak dibayarkan dan terancam dikeluarkan.

“Ini sudah dua kali kami turun, kemarin ketemu pak wakil II DPRD Donggala sekarang kami ke Wabup karena informasi dari kantor 170 anggota satpol yang statusnya honorer yang dibayarkan gajinya hanya 50 orang saja, sisanya tidak dibayar bahkan terancam dikeluarkan. Solidaritas adalah harga mati bagi kami, satu teman atau anggota kami tidak dibayar semua harus tidak dibayar, tak ada kata 50 saja yang dibayarkan honorernya,” tutur honorer Satpol saat audience kepada Wakil Bupati Moh Yasin di ruang kerja Wabup, pagi kemarin (7/2).

Wakil Bupati Moh Yasin yang didampingi wakil ketua II DPRD Abd Rasyid di hadapan ratusan honorer Satpol PP mengatakan, memperjuangkan nasib tenaga honorer karena ini menyangkut hajat hidup.

“Saya sudah komunikasi dengan pak bupati dan sekab via telpon kamis malam insya allah persoalan ini tuntas. Mau makan itu seratus ribu? Baru dipilih-pilih lagi yang ba terima honor, dari 120 hanya 50 orang saja dikasi ini keliru, saya akan panggil kasatnya komiu pertanyakan persolan ini utamanya menyangkut pemberinya gaji hanya 50 orang saja yang 70 orang diabaikan, apa dasarnya sehingga dipilih-pilih babayarkan honor,” kata wabup.

Lanjut mantan ketua DPRD menjelaskan hal tidak wajar jika persoalan gaji selalu menjadi persoalan, karena sewaktu dirinya belum menjabat wakil bupati anggaran Satpol PP tidak ada persolan utamanya dimasalah insentif atau gaji honorer karena pada waktu pembahasan di tingkat banggar semua persoalan keuangan atau program sudah dijelaskan oleh kasatnya Haedar.

“Saya ini mantan ketua DPRD dan juga anggota Banggar kami tau isi perut di kantor Satpol PP bahkan urusan gaji honorer sudah kami kalkulasi dengan penggajian standar 500-700/bulan.Cuma biasanya di setiap diinstansi bukan hanya Satpol PP praktek ‘Tiki Taka’ anggaran hal biasa tanpa memikirkan dampaknya ke depan, artinya tidak memikirkan program skala prioritas, nah pertanyaanya apakah honor atau gaji honorer bukan perioritas utama?” kritik Wabup.

Dia menambahakan kepada seluruh honorer Satpol PP tetap bertugas dengan penuh semangat jaga kedisiplinan kerja jangan hanya persoalan insentif yang tertunda sementara membuat semangat kerja kendor.

“Sambil menunggu bupati yang masih berada di Makasar, percayakan ke kami persoalan honor pasti selesai, tetap bekerja dan tingkatkan budaya disiplin,” tutur Yasin.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas