Home Palu

Sudah Setor, Rumah Belum Dibangun

637
BELUM DIBANGUNKAN - Puluhan calon user perumahan Madinah Land mendatangi kantor developer di Jalan Wahid Hasyim Palu, Kamis 7 Februari 2019. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

  • Kantor Madinah Land Diserbu Calon User

Palu, Metrosulawesi.id – Puluhan calon user perumahan mendatangi kantor perusahaan developer Madinah Land yang beralamat di Jalan Wahid Hasyim, Kota Palu Sulawesi Tengah, Kamis 7 Februari 2019. Mereka datang untuk mendapatkan kejelasan terkait proses pembelian rumah yang tak kunjung dimulai pembangunannya itu.

Para konsumen yang melakukan aksi tersebut dijaga oleh puluhan aparat kepolisian. Mereka menuntut pihak manajemen Madinah Land memberikan informasi terkait kepastian proyek perumahan Madinah Land yang diperkirakan telah menerima miliaran rupiah uang konsumen. Namun hingga kini pembangunan fisik rumah yang dijanjikan belum juga dimulai.

Ketua Forum Komunikasi User (konsumen) Madinah Land Ahmad Al Gomedi menyebut, para konsumen Madinah Land telah menyerahkan uang tanda jadi, uang muka (DP), hingga uang pembayaran angsuran hingga September 2018 lalu. Jumlahnya bervaritif, puluhan hingga ratusan juta uang telah diserahkan oleh masing-masing konsumen.

“Intinya, aksi ini teman-teman user hanya menginginkan sebuah kejelasan. Karena biar bagaimana pun juga kita memaklumi, proyek ini sampai sekarang belum ada titik terangnya. Apakah dilanjutkan atau bagaimana? Apakah dana kita dikembalikan atau bagaimana? Ataukah pembangunan akan dilanjutkan? Itu yang ingin kita tahu,” ujar Ahmad Al Gomedi.

Dia menyayangkan, pascabencana pihak manajemen Madinah Land justru terkesan tertutup. Tak ada informasi jelas yang didapatkan pihak konsumen dari manajemen perusahaan properti itu. Bahkan kantor Madinah Land hingga saat ini terlihat tidak ada aktivitas.

“Persoalannya adalah pihak manajemen Madinah Land kantornya tutup. Nah kalau tutup begini otomatis arus informasi tidak ada,” tegasnya.

Dia mengatakan, sebelumnya pihak manajemen Madinah Land berencana akan melakukan pembangunaan rumah contoh pada September 2018 lalu. Ia bersama konsumen lainnya memaklumi jika ada penundaan pembangunan pascabencana. Dia bersama konsumen lainnya menyayangkan hingga empat bulan sudah berlalu bencana tidak ada kepastian informasi terkait pembangunan rumah yang dimaksud.

“Saya pikir waktu untuk recovery 3 bulan itu sudah cukup,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur sekaligus Owner Madinah Land, Zia Ul Haq hingga saat ini tidak jelas keberadaannya. Bahkan Head Marketing Madina Land Syahril saat dikonfirmasi mengaku belum bisa menghubungi Direktur Madinah Land.

“Setahu saya pascabencana owner itu ke Surabaya, sempat balik ke Palu ambil keluarganya kemudian balik lagi ke Surabaya. Sampai saat ini tidak bisa dihubungi,” ungkap Syahril yang dikonfirmasi Metrosulawesi.

Meski demikian, ia mengaku pihak manajemen telah menyampaikan kepada seluruh konsumennya untuk melakukan pertemuan pada 17 Februari 2019 ini. Pihak manajemen bersama seluruh konsumen akan membahas terkait kejelasan rumah yang telah dibayar namun belum ada satu pun pembangunan fisiknya itu.

Syahril pun berharap Direktur Madinah Land Zia Ul Haq bisa hadir langsung pada pertemuan nanti untuk memberikan kepastian pada para konsumennya.

“Nanti kita lihat tanggal 17, kalau janji mereka tidak ditepati kami akan tempuh jalur hukum,” tegas Ketua Forum Komunikasi User Madinah Land Ahmadi Al Gomedi.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas