Home Hukum & Kriminal

Penyidikan Dugaan Korupsi Morut Jalan di Tempat

335
Ilustrasi. (Grafis: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan perkantoran di Morowali Utara yang ditangani Polda Sulteng berjalan di tempat. Kurang lebih tiga bulan sejak dikeluarkannya SPDP (surat perintah dimulainya penyidikan) pada 29 Oktober 2018 lalu, hingga kini penyidik belum menetapkan tersangkanya.

Kasubddit Penmas Polda Sulteng Kompol Sugeng Lestari yang dikonfirmasi Metrosulawesi hanya memberikan klarifikasi terkait adanya pemberitaan yang menyebutkan Bupati Morowali Utara (Morut) Aptripel Tumimomor sebagai tersangka.

“Hingga saat ini kami belum menyatakan bahwa Bupati Morowali sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi, pengadaan lahan pembangunan perkantoran pemda Morut, yang berada di Desa Korolama, kabupaten Morowali Utara,” kata Sugeng mengklarifikasi pemberitaan salah satu media online, Kamis 7 Februari 2019.

Bahkan, kata Sugeng, sebelumnya Wakil Direktur (Wadir) Reskrimsus AKBP Setiadi telah mengungkapkan, bahwa pihak penyidik sendiri belum ada mengeluarkan stegmen yang menyatakan bahwa Bupati Morowali Utara, sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan tanah pengadaan lahan pembangunan perkantoran pemda Morut. Karena, pihaknya tengah menunggu hasil appraisal (penilaian) harga atas objek tanah tersebut dari para ahli di Jakarta.

Diberitakan sebelumnya, Sejauh ini menurut Wadir Reskrimsus AKBP Setiadi, bahwa sudah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi mengetahui kasus ini. Begitupun terhadap Bupati Morut Apripel Tumimor, telah dimintai keterangan sebagai saksi.

Dalam Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang dikeluarkan pada bulan Oktober 2018 silam, disebutkan Bupati Morowali Utara diperiksa sebagai pihak terlapor terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian keungan Negara, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 2 ayat (1), pasal 3 undang-undang No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi.

Selanjutnya, sebagaimana diubah dengan undang-undang no.20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi Jo pasal 55 ayat (1) pasal 64 KUHP.

Pembebasan lahan untuk perkantoran seluas 42 hektar tersebut, diduga merugikan keuangan negara senilai Rp 7,2 miliar tahun 2016- 2017. Dari anggaran belanja tanah Rp3,5 miliar yang disiapkan Pemda Morut tahun 2016, hanya Rp2,7 miliar yang ditransfer Pemda Morowali Utara ke delapan nomor rekening pemilik tanah.

Sementara itu, beberapa bulan lalu seperti yang pernah di muat harian metro sulawesi edisi Rabu 5 Desember 2018, yang memberitakan bahwa dalam kasus pengadaan lahan pembangunan perkantoran pemda Morut, yang berada di Desa Korolama, kabupaten Morowali Utara, pihakpenyidik sudah menetapkan satu tersangka yang berinisial AL.

“Sudah menetapkan satu tersangka berinisial AL, akan tetapi bila hasil pendalaman terhadap tersangka AL, ada keterlibatan orang lain atau pejabat, maka akan ditetapkan sebagi tersangka juga. Nmun kami belum melakukan penahan terhadap tersangka AL,” ungkapnya Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestarai, saat di temui Metro Sulawesi di Mapolda Sulteng, pada Selasa 4 Desember 2018 lalu.

Sugeng juga mengatakan bahwa hingga saat ini pihak penyidik juga sudah memeriksa kurang lebih 35 orang saksi, dan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP), sudah diserahkan ke pihak kejaksaan Tinggai (kejati) Sulteng, untuk ditindak lanjuti.

“Akan tetapi masih memerlukan pendalaman, utamanya untuk mengetahui kerugian negara dan penyidik sudah melayangkan surat kepada tim advisal di Jakarta, tentunya bila tiba di Palu akan diarahkan ke wilayah Morut, bersama penyidik utk melakukan perhitungan harga tanah pada saat itu sesuai NJOP,” jelasnya.

Kompoln Sugeng Lestari, juga mengatakan bahwa kasus ini merupakan penggelapan harga tanah yang bersumber dari uang negara, yang juga merupkan Kasus tipikor yagn dibayarkan kepada pemilik tanah tidak sesuai dengan yang dibayarkan Pemda.

Reporter: Eddy
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas