Home Parigi Moutong

Pemukiman Dusun Tokasa Terancam Longsor

253
Kondisi Sungai Tokasa. (Foto: Zoel Fahry/ Metrosulawesi)

  • Warga Minta Stop Ambil Material di Sungai

Parimo, Metrosulawesi.id – Pemukiman warga Dusun 3 Tokasa Desa Tanalanto Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), terancam longsor. Hal itu diduga dengan adanya aktivitas pengambilan material batu dan pasir yang dilakukan sejak 2014 oleh perusahaan yang bergerak di bidang pengaspalan.

Pantauan Metrosulawesi di lokasi, bahwa sungai di desa Tanalanto kini semakin melebar. Dengan kondisi sungai yang melebar seperti itu dapat mengancam rumah dan perkebunan milik warga yang berada di sepanjang aliran sungai.

Tokoh pemuda, Hamdan pada sejumlah wartawan mengatakan, bahwa pengambilan material di sungai tersebut sudah berlangsung lama. Lebar sungai sebelumnya hanya sekitar beberapa meter, berbeda dengan saat ini.
“Karena yang menjadikan sepeti itu adanya pengambilan material di sungai itu gencar dilakukan pada 2017 silam. Dan akhirnya setiap ada banjir pasti terkikis,” tutur Hamdan.

Lanjut Hamdan, bahwa sejak dulu, pihaknya memang menantang adanya aktivitas tersebut, mereka khawatir dengan dampak yang ditimbulkan yang dapat merugikan warga setempat.

“Sekarang sudah dirasakan dan masyarakat baru sadar, karena apabila aktivitas pengambilan material yang tidak terkontrol tersebut terus berlangsung, maka dikhawatirkan akan mengancam keselamatan warga setempat,” ungkapnya.

Hamdan juga mengatakan, bahwa masyarakat dusun 3 Tokasa tersebut, sudah pernah menyampaikan kepada kepala desa. Namun hal tersebut tidak digubris, mereka berharap agar kondisi tersebut segera mendapatkan perhatian baik dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat maupun Pemerintah Kabupaten Parimo.

“Saya berharap kalau aktivitas tersebut dihentikan, serta buatkan tanggul untuk mencegah terjadinya abrasi,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya yang pemukimannya dekat dengan sungai, yakni Agus Tang. Dia mengatakan, bahwa sebelumnya, sungai tersebut masih bisa diseberangi warga dengan menggunakan sepeda motor. Akan tetapi sekarang sudah sulit dilalui.

Menurut Agus Tang, selain pihak perusahaan diketahui ada juga pihak lain yang melakukan pengambilan material. Tetapi yang gencar mengambil material adalah pihak perusahaan.

Sementara itu, Kepala Desa Tanalanto, Sahdin Ladjidji, saat di mau ditemui sejumlah wartawan di kantornya sedang tidak berada di kantor. Demikian juga saat hendak ditemui di kediamannya di jalan trans Tanalanto juga tidak berada di tempat.

“Tidak ada di rumah, dia (Kades) pergi ke Malakosa,” tutur salah seorang perempuan yang berada di kediaman Kades.

Reporter: Zoel Fahry
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas