Home Sulteng

Maret, Rekrutmen CPNS di Padagimo

435
BAHAS CPNS - Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, Drs H Moh Hidayat MSi memimpin pertemuan bersama perwakilan BKN (Badan Kepegawaian Negara) dan para kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) provinsi dan kab/kota se Sulteng di ruang kerjanya, Kamis 7 Februari 2019. (Foto: Humas Pemprov)

  • Yang Sudah Daftar sebelum Gempa Disilakan Lengkapi Berkas

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulteng mengungkapkan kepastian rekrutmen CPNS di wilayah terdampak bencana yaitu Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo).

“Kita buka pendaftaran mulai 1 Maret untuk lima pemerintahan yaitu Pemprov Sulteng, Pemkot Palu, Pemkab Donggala, Pemkab Sigi dan Pemkab Parimo,” ungkap Kepala Bidang Pengadaan, Penghargaan dan Informasi Kepegawaian BKD Sulteng Purwoko di Palu, Kamis, 7 Februari 2019.

Dia menerangkan untuk jadwal lengkap masih digodok bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun Purwoko memastikan pendaftaran sudah mulai akan dibuka tepat pada 1 Maret mendatang. Pendaftaran dibuka melalui website sscn sebagaimana rekrutmen sebelumnya.

BKN mencatat sebelum bencana pada 28 September lalu, jumlah pendaftar CPNS di Padagimo telah mencapai 7.000 orang. Bagi yang telah mendaftar dipersilakan melengkapi berkas sebagaimana dipersyaratkan.

“Jadi kalau sudah daftar tinggal setor berkas, bagi yang belum silakan daftar melalui sscn,” terang Purwoko.

Mengingat jadwal pembukaan pendaftaran yang tidak lama lagi, Purwoko mengimbau masyarakat segera menyiapkan berkas yang diperlukan. Imbauan secara khusus ditujukan kepada yang kehilangan ijazah atau kartu keluarga akibat gempabumi, tsunami dan likuifaksi.

“Harus diurus memang ijazah pengganti ke Dinas Pendidikan biar tidak menghambat saat pendaftaran sudah dibuka,” tuturnya.

Purwoko menambahkan untuk kuota CPNS Pemprov Sulteng, Pemkot Palu, Pemkab Donggala, Pemkab Sigi dan Pemkab Parimo tidak mengalami perubahan. Adapun Pemprov Sulteng yang pada rekrutmen CPNS yang tertunda akibat bencana membuka lowongan untuk 245 orang. Formasinya terdiri dari 1 tenaga guru formasi khusus Eks TH-K2, 90 tenaga guru formasi umum, 86 tenaga kesehatan, 68 tenaga teknis.

Pemkot Palu membuka lowongan untuk 195 orang. Formasinya terdiri dari 2 tenaga guru formasi khusus Eks TH-K2, 88 tenaga guru formasi umum, 75 tenaga kesehatan, 2 tenaga teknis formasi khusus disabilitas dan 28 untuk umum.

Pemkab Sigi membuka lowongan untuk 126 orang. Formasinya terdiri dari 12 tenaga guru formasi khusus Eks TH-K2, 47 tenaga guru formasi umum, 46 tenaga kesehatan, 21 tenaga teknis.

Pemkab Donggala membuka lowongan untuk 484 orang. Formasinya terdiri dari 26 tenaga guru formasi khusus Eks TH-K2, 331 tenaga guru formasi umum, 107 tenaga kesehatan, 20 tenaga teknis.

Terakhir Pemkab Parigi Moutong yang membuka lowongan untuk 261 orang. Formasinya terdiri dari 30 tenaga guru formasi khusus Eks TH-K2, 85 tenaga guru formasi umum, 129 tenaga kesehatan, 17 tenaga teknis. Dengan demikian, jika ditotal 5 Pemda tersebut membutuhkan sebanyak 1.311 CPNS.

BKN Beri Waktu hingga Akhir Maret

Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, Drs. H. Moh. Hidayat, M.Si memimpin pertemuan bersama perwakilan BKN (Badan Kepegawaian Negara) dan para kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) provinsi dan kab/kota se Sulteng di ruang kerjanya, Kamis 7 Februari 2019.

BKN melalui wakilnya, Sai Muliadi menjelaskan bahwa daerah diberi kesempatan sampai akhir Maret 2019 untuk menuntaskan segala proses yang tertunda mulai dari tahap awal pendaftaran sampai dengan tahapan akhir yaitu pengangkatan CPNS yang lulus seleksi.

Untuk merealisasi kelanjutan tahapan penerimaan maka Ia menambahkan beberapa hal yang mesti dipersiapkan daerah seperti sarana penunjang untuk pelaksanaan CAT (Computer Assisted Test/Ujian Berbasis Komputer) dan gedung yang representatif bagi peserta ujian.

Dari rekap BKN, tercatat lebih kurang 8.000-an peserta secara keseluruhan yang meminati sejumlah formasi pada 5 pemda yang ada di Sulteng, dan sudah menyelesaikan tahapan pendaftaran online via situs SSCN.go.id sebelum terjadinya penundaan.

Merespons hal-hal itu, Sekprov mengusul gedung LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) dijadikan lokasi alternatif pelaksanaan ujian terpusat baik untuk CPNS provinsi maupun bagi 4 pemerintah kab/kota lainnya yang juga tertunda.

Lokasi dalam hemat sekprov dinilai representatif menampung sampai 200 peserta per tiap sesi ujian dari 5 sesi per hari yang dijadwal panitia.

Untuk sarana CAT, BKN melalui kantor UPT perwakilan di Sulteng, memastikan hanya sanggup menyediakan 50 unit komputer.

Defisit 150 unit oleh Sekprov, akan disiasati dengan meminjam pakai komputer-komputer LPMP yang kerap dipakai ujian sertifikasi. Selain itu, Ia juga meminta ke tiap BKD kota/kabupaten menyediakan komputer dan laptop guna mendukung kekurangan perangkat CAT.

Lebih lanjut sekprov meminta agar pembukaan kembali alur penerimaan CPNS diumumkan via media elektronik dan cetak, termasuk nama-nama peserta yang sudah terdaftar sampai pada waktu penundaan supaya jelas diketahui instruksi seperti apa yang mesti dilakukan kemudian.

Sekprov juga meminta ke panitia untuk memparalelkan tahapan pendaftaran dan verifikasi peserta agar lebih efektif mengingat makin mepetnya waktu pelaksanaan.

Terkait passing grade ditekankan BKN bahwa tidak ada perubahan dan tetap sama dengan passing grade yang berlaku secara nasional.

Dengan segera dibukanya penerimaan dalam waktu dekat ini, praktis menghidupkan harapan masyarakat yang belum pernah mengikuti CPNS 2018 untuk mengadu nasib dan kemampuannya dengan peserta lain.

“Ini kan formasi yang tertunda, bagi yang sudah daftar 2018 (di Kementerian/Lembaga/Pemda lain) tapi tidak lulus maka tidak bisa lagi mendaftar. Tunggu saja formasi 2019,” pungkas sekprov.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas