Home Palu

Sekolah Pinggiran Dibantu Puluhan Pasang Sepatu Gratis

219
PENYERAHAN - Kasi Peserta Didik dan Pembangunan SD Disdikbud Palu, Fatma Lahasan, saat memberikan bantuan sepatu ke salah satu siswa di SD Salena, belum lama ini. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu kali ini mengutamakan bantuan puluhan pasang sepatu gratis kepada siswa sekolah pinggiran di Kota Palu, yang kondisi ekonominya memprihatinkan.

Sebelumnya Kepala Disdikbud Palu, Ansyar Sutiadi mengungkapkan, untuk korban bencana 28 September 2018 silam, peserta didik sekolah dalam kota sudah menerima bantuan, selain dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu juga dari sejumlah NGO.

“Berbeda dengan peserta didik dari daerah terpencil di pinggiran Kota Palu, mereka sangat jarang tersentuh bantuan, terutama dari pusat, baik di waktu bencana maupun di luar bencana,” ujar Ansyar di Palu, Rabu, 6 Februari 2019.

Menurut Ansyar, siswa di sekolah pinggiran Kota Palu itu juga merupakan putra-putri bangsa yang punya hak sama dengan anak-anak didik di pusat kota.

“Mereka harus juga diperhatikan, bahkan bila perlu mereka itu seharusnya diutamakan, karena dari kalangan yang memprihatinkan dari segi ekonomi,” ungkap Ansyar.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, melalui Tim Khusus belum lama ini kembali menyalurkan bantuan sepatu gratis ke sekolah terpencil di pinggiran Kota Palu, kali ini Sekolah Dasar Inpres 2 Kawatuna.

Sebanyak 56 pasang sepatu disalurkan ke sekolah itu, sesuai dengan jumlah peserta didiknya. Siswa di sekolah ini 80 persen adalah siswa berasal dari kawasan pengunungan Ewentumbu, yang rata-rata memiliki latar belakang ekonomi di bawah garis kemiskinan.

Sementara Wakil Kepala Sekolah SD Inpres 2 Kawatuna, Abiazid mengungkapkan, jangankan membagikan sepatu dan baju seragam, kehadiran Tim Khusus Disdikbud Palu saja sangat disyukuri pihaknya, mengingat tingkat pendidikan orang tua peserta didik di sekolahnya rata-rata buta huruf, sehingga sangat sulit memberikan motivasi kepada anak-anak mereka untuk sekolah.

“Sekolah tidak bisa memberikan penekanan kepada mereka untuk memakai sepatu atau seragam ke sekolah, sebab kalau hari ini diberi penekanan, besok pasti sudah ada lagi yang tidak sekolah, karena mereka tidak punya sepatu dan seragam. Orang tua juga sulit untuk membelikan anak-anak mereka hal-hal seperti itu,” ungkap Abiazid.

Sementara itu, Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SD Disdikbud Palu, Fatma Lahasan mewakili Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu memberikan motivasi kepada ke 56 peserta didik di sekolah itu untuk terus belajar mengejar cita-cita mereka.

Sebab tidak ada yang bisa merubah nasib mereka dan mengangkat derajat orang tua dan keluarganya kecuali mereka sendiri.

“Kalian harus rajin belajar, bukan hanya di sekolah, tapi juga dirumah. Ulangi setiap mata pelajaran yang diterima di sekolah, kerjakan PR yang diberikan bapak/ibu guru, biar jadi anak-anak pintar di kemudian hari,” kata Fatma.

Untuk peserta didik kelas VI, yang dalam waktu dekat akan menghadapi Ujian Nasional, Fatma berharap dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP. Kata dia, berbekal ijazah SD tidak cukup untuk mengarungi tantangan ke depan yang semakin berat. Apalagi untuk mendapatkan pekerjaan yang layak di dalam kota, saat ini tidak cukup jika berbekal ijazah SD dan SMP.

“Harus bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tidak cukup jika hanya berbekal ijazah SD dan SMP karena itu baru dasar, harus ditingkatkan lagi,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas