Home Palu

Peringkat PTI Unismuh Palu Maju Pesat

259
Dr Rajindra. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu kini masuk peringkat ke-41 dari 174 perguruan tinggi Persarikatan Muhammadiyah dan peringkat ke 430 dari 4.445 perguruan tinggi di Indonesia.

Rektor Universitas Muhammadiyah Palu, Dr Rajindra mengatakan peringkatan tersebut mengalami kemajuan pesat dibanding tiga tahun sebelumnya. Bahkan di awal 2017, perguruan tinggi ini sempat menempati peringkat 2000 dari 4.445 tingkat nasional.

“Setelah dilakukan perbaikan manejeman dan pengelolaan di sejumlah sektor di perguruan tinggi ini, Agustus 2017, urutan ragking mulai merambat naik ke posisi 1000-an,” kata Rajindra di Palu belum lama ini.

Sekalipun itu, kata dia, masih sangat jauh jika dibandingkan dengan kampus swasta di Kota Palu, yang rata-rata masuk ranking 900, 800 hingga 600-san. Rajindra mengungkapkan penyebab rendahnya peringkat Unismuh Palu sebelumnya, baik di internal Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) maupun di tingkat nasional karena kurangnya publikasi jurnal, kegiatan, bahkan tidak memiliki website.

Bahkan diawal-awal kepemimpinannya, Rajindra mengaku sampai bingung saat membuka internet nama kampus Unismuh Palu tidak ditemukan. Sampai dirinya sempat berpikir bahwa kampus yang dipimpinnya tidak laku di masyarakat.

“Untuk itu, saya selaku Rektor melakukan perombakan total bagian-bagian vital di perguruan tinggi ini dengan menempatkan orang-orang baru dan energik. Setelah saya jalani, hasil dari berdoa sholat tahajud dan dhuha, saya dapat ide harus ganti personil, rombak total bagian yang vital-vital, kemudian angkat yang muda-muda,” jelas Rajindra.

Dengan itu, kata Rajindra, secara bertahap dirinya mulai dilakukan perbaikan, termasuk membuat website, melakukan publikasi jurnal nasional, internasional, bahkan kini sudah ada 104 dosen dari 160 yang masuk di Sinta (Science and Technology) milik Kemenristek Dikti. Itulah yang mendongrak peringkat Unismuh Palu.

“Tidak hanya itu, saya juga saat ini tengah mendorong peningkatan kualifikasi pendidikan dosen, bagi dosen yang sudah tidak memungkinkan mendapatkan beasiswa, kampus akan membantu. Namun khusus untuk dosen yang masih muda, didorang untuk mencari beasiswa. Dengan cara seperti itu, dosen mulai terdorong untuk menulis. Pada 2018 kemarin, kami mendapat bantuan Rp900 juta, yang tahun sebelumnya cuma Rp200 juta,” terangnya.

Bahkan kata dia, pada 2018, pihaknya juga berhasil meloloskan satu orang pada Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Istimewanya untuk Sulawesi Tengah, hanya dua universitas yang bisa meloloskan PKM, yakni Unismuh Palu dan Untad.

Pencapaian tersebut kata Rajindra, perlu disyukuri, namun tidak harus larut dan merasa cukup, justru harus terus ditingkatkan.

“Terlebih lagi jika melihat realisasi dari sejumlah kerjasama internasional yang telah dibangun Unismuh Palu satu tahun terakhir ini. Kami akan terus mengejar ketertinggalan jika dibandingkan dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) lainya,” katanya.

“Saya mau Unismuh Palu sejajar dengan PTM-PTM lain yang sudah maju. Pertama, akreditasi tidak ada yang C, minimal B untuk fakultas dan institusi akreditasi juga minimal harus B. Kemudian dari sumber daya manusianya harus ada professor. Makanya kami genjot agar ada yang menulis di jurnal internasional, karena itu aturan pemerintah. Ke depan, jumlah doktor minimal 50% dari semua dosen. Mahasiswa tidak usah terlalu banyak, yang penting outputnya bagus. Perankingan juga saya inginkan bisa naik, paling tidak di ranking 200-an,” harapnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas