Home Ekonomi

Bencana tak Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

197
Faizal Anwar. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Selama triwulan (TW) IV 2018 pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah mengalami perlambatan. Laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah selama TW IV 2018 hanya tumbuh 0,55 persen jika dibanding TW III di tahun yang sama (q to q).

Sementara secara keseluruhan 2018, pertumbuhan ekonomi tumbuh 6,30 persen (c to c), atau 5,37 secara year on year (y o y). Data tersebut berdasakan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah.

Kepala BPS Sulawesi Tengah Faizal Anwar menyebut pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada 2018 memang mengalami perlambatan. Namun masih mampu tumbuh positif, bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi secara nasional.

“Secara umum prekonomian Sulteng masih lebih tinggi dari nasional,” ungkap Faizal, Rabu 6 Februari 2019.

Meskipun terjadi bencana alam yang menimbulkan kerusan berbagai infrastruktur, terutama di tiga wilayah yakni Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) pada semester akhir tahun lalu, Faizal menyebut dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah tidak signifikan, meskipun kerusakan yang ditimbulkan cukup besar.

Hal ini disebabkan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah sebagian besar masih bertumpu pada sektor industri pengolahan.

Selain itu, meski Pasigala terdampak langsung bencana, ketiga daerah ini juga masih mampu berkontribusi sekitar 29 persen untuk pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah.

“Walaupun kita alami musibah di Pasigala, perekonomian kita di tiga daerah itu masih menyumbang kontribusinya sekitar 29 persen. Di sepuluh kabupten lain yang tidak terdampak sekitar 70 persenan,” jelasnya.

“Pertumbuhan ekonomi Kinerja Sulteng secara umum benar-benar dipengaruhi ekspor pertambangan,” tandasnya.

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan terjadi di semua lapagan usaha tanpa terkecuali. Sementara tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah administrasi pemerintahan (10, 37 persen), industri pengolahan (9,77 persen), dan jasa kesehatan (9,42 persen).

Sementara sektor yang pertumbuhannya terendah yakni jasa keuangan, akomodasi, serta listrik dan gas.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas