Home Hukum & Kriminal

Salinan Putusan MA Terkait Perkara Baju Batik Sudah Dikirim ke Tolitoli

261
Lilik Sugihartono, SH. (Foto: Metrosulawesi/ Sulapto)

Palu, Metrosulawesi.id – Lilik Sugihartono, SH, Humas Pengadilan Negeri Palu, mengatakan salinan putusan Mahkamah Agung terkait kasus tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh David Khontoro, sudah dua kali dikirim ke Pengadilan Negeri Tolitoli.

“Sudah dikirim pemberitahuan yang kedua pada tanggal 8 Januari 2019 ke PN Tolitoli salinan keputusan terkait dengan kasus David Khontoro,” kata Lilik Sugihartono, kepada media ini, Senin 4 Febuari 2019.

Pengadilan Negeri Palu, kata Lilik, sudah melakukan tugasnya dengan mengirim salinan keputusan Mahkamah Agung nomor 2850K/Pid.Sus/2015 kepada Pengadilan Negeri Tolitoli terkait dengan kasus korupsi yang diduga dilakukan David Khontoro di Kabupaten Tolitoli.

“Kalau kita tugasnya cuma mengirimkan saja salinan putusan ke PN Tolitoli, nanti PN Tolitoli setelah dapat salinan putusan ini akan serahkan kepada kejaksaan untuk melakukan sesuai dengan putusan salinan,” jelasnya.

“Urusan eksekutor bagaimana-bagaimana, kita tidak berhak mencampuri. Turun salinan putusan itu di sini, karena dulu kan sidangnya di sini (PN Palu,red),” paparnya.

Diberitakan sebelum dalam media ini, bahwa Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli menunggu petikan putusan Mahkamah Agung untuk mengeksekusi David Khontoro. Di tingkat banding, David divonis 4 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Sulteng.

David Khontoro selaku kontraktor diduga telah melakukan tindak pidana korupsi proyek pengadaan baju batik di lingkup Pemkab Tolitoli antara tahun 2011 dan 2012 lalu.

Proyeknya senilai Rp1,8 miliar yang dikerja David Khontoro, diduga bermasalah hingga akhirnya sampai berujung ke pengadilan.

Selain David, kasus ini juga menyerat dua orang lainnya, yakni Abrianto Djafar (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Mohamad Sabran (Pejabat Pembuat Komitmen).

Abrianto divonis penjara 15 bulan denda 100 juta, dan Sabran divonis 12 bulan serta dikenakan denda Rp50 juta. Putusan keduanya dibacakan oleh hakim Pengadilan Negeri Palu pada Kamis 4 September 2014 lalu.

Reporter: Sulapto
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas