Home Donggala

Digaji Rp100 Ribu, Satpol PP Mengadu ke DPRD

512
MENGADU - Anggota Satpol PP saat bertemu wakil Ketua II DPRD Abd Rasyid Senin pagi kemarin. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Puluhan anggota satpol PP Senin pagi (4/2) mendatangani ruang kerja wakil ketua II DPRD Abd Rasyid. Kedatangan penegak perda tersebut bermaksud mengeluhkan insentif mereka yang “terjun bebas” dan nilainya tidak sebesar tahun sebelumnya.

“Mau makan apa pak gaji Rp 100 perbulan,” kata anggota satpol sambil meminta namanya tidak ditulis.

Katanya lagi kedatangan mereka ke wakil rakyat adalah inisiatif sendiri sesama anggota satpol yang berstatus honorer karena merasa dirugikan dengan insentif yang tak berkesesuaian, tak ada lagi tempat yang dijadikan keluhan selain kantor dewan.

“Kami mau kemana lagi kalau bukan ke DPRD, harapannya anggota DPRD bisa mencarikan solusi terhadap nasib kami tenaga honorer yang sudah lama mengabdi di Pol PP,” sebut sumber Pol PP.

Ditanya jumlah honor yang diterima perbulan di tahun sebelumnya, anggota Pol PP menjawab “kami honorer digaji fluktuatif alias tidak menentu, 2017 600 per bulan, kemudian di tahun 2018 turun 250 per bln dan di tahun ini 2019 kami diberi 100 per bulan.”

“Yang namanya status honorer ya diterima, tapi kalau 100 per bulan lebih baik berhenti jadi honorer satpol PP,” tukasnya.

Wakil ketua II Abd Rasyid yang dimintai keterangan perihal keluhan hoorer satpol berjanji akan meneruskan persoalan ini ke pimpinannya.

“iya benar persoalan insentif, kami akan komunikasikan denagn pimpinannya” singkatnya.

Terpisah Sekretaris Satpol PP Abd Razak yang dikonfirmasi di kantronya Senin siang tidak mau memberikan keterangan perihal insentif tenaga honorernya.

“Maaf pak bukan saya tidak mau memberikan keterangan, masih ada pimpinan kami Pak Kasat Haedar temui beliau saja,” sarannya.

Sementara itu Kasat Pol PP Haedar yang dikonfirmasi di kantronya Senin sore terkait insentif honorer anggotanya menjelaskan bahwa persoalan ini sudah selesai dibahas pasca pelaporan anggotanya di kantor DPRD.

“Tidak usahlalah ditulis nanti lain lagi opini di luar, persoalan ini sudah selesai kami bahas, tidak ada lagi persoalan murni hanya kesalahan teknis saja di bagian penginputan di keuangan, gaji honorer angota mungkin naik lagi di tahun ini sekitar 400/ bulan, kalau di tahun 2018 kemarin hanya 250/bulan, jadi tahun ini bukan 100 tapi 400/bulan,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas