Home Palu

Rapat Akbar Korban Bencana Balaroa, Sekkot: Walikota Gelisah Tunggu Huntap

233
RAPAT AKBAR - Sekkot Palu Asri (kiri) mendampingi Sekrov Sulteng Mohamad Hidayat saat saat rapat akbar korban bencana gempa, likuifaksi dan kebakaran di lapangan sport center Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sabtu 2 Februari 2019. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.id – Walikota Palu Hidayat dikatakan tengah gelisah menunggu pembangunan Hunian tetap (Huntap) oleh Kementerian PUPR yang membutuhkan waktu lama. Olehnya walikota diungkapkan Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Palu Asri berusaha menghubungi koleganya yang ada di Lemhanas dan Yogyakarta untuk membantu membangunkan Huntap masyarakat terdampak bencana.

“Yayasan Buddha Tzu Chi memberikan respon dan menyatakan bersedia membantu. Untuk tahap pertama akan membangun 1.000 unit Huntap di kota Palu dan akan lagi menyusul di tahap selanjutnya,” ucap Asri saat rapat akbar korban bencana gempa, likuifaksi dan kebakaran di lapangan sport center Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sabtu 2 Februari 2019.

Dalam kesempatan ini, Asri juga mengungkapkan apabila ada warga yang belum terdata yang terkena dampak bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi harus melaporkan diri ke kelurahan masing-masing.

Rapat akbar sendiri diselenggarakan oleh Forum Korban Bencana Gempa dan Likuifaksi Balaroa dengan tema menuntut hak dan keadilan yang diikuti ribuan masyarakat terdampak bencana.

Ada lima point utama tuntutan masyarakat korban Balaroa yang menjadi petisi dan akan disampaikan ke Presiden yakni pertama, menolak hunian sementara dan menginginkan dana tersebut dikompensasikan kepada korban.

Kedua menginginkan segera dibangunkan hunian tetap di wilayah kelurahan balaroa Kecamatan Palu Barat. Ketiga, segera dipercepat pembayaran dana santunan bagi korban jiwa kepada ahli waris.

Keempat, hak-hak keperdataan atas lahan yang terdampak gempa bumi dan likuifaksi harus jelas ganti ruginya dan yang terakhir, proses pendistribusian sembako harus merata berbasis data melalui pemerintah kelurahan sehingga bisa dirasakan oleh korban bencana gempa bumi dan likuifaksi Balaroa.

Selain kelima point tersebut, diskusi yang dikemas dalam rapat akbar oleh Forum Korban Bencana Gempa dan Likuifaksi Balaroa memunculkan sejumlah pertanyaan dari para peserta yang berlangsung dengan tertib.

Menanggapi tuntutan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng H Mohamad Hidayat Lamakarate mengatakan dana bantuan menjadi terbagi dua. Pos pertama yang berasal dari Pemda lain langsung masuk dalam alokasi APBD provinsi. Keseluruhan anggaran dimaksud diarahkan untuk penanganan soal perencanaan infrastruktur dan lain-lain.

Kemudian yang kedua adalah dana bantuan sosial. Dana bantuan sosial itu masuk ke kas Pemda Provinsi yang pengalokasiannya lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Dalam pengalokasiannya secara rinci dicatat, demikian pula peruntukannya, yang pada intinya dipakai untuk menangani masalah kebencanaan.

“Soal rinciannya ada semua yang dipergunakan untuk keperluan kebencanaan, disitu saya yang bertanggungjawab langsung,” jelas Sekprov.

Lebih lanjut dikatakannya, masyarakat yang tertimpa bencana tidak sendiri, karena pemerintah ada dan berdiri di garda depan untuk memperjuangkan dan merespon persoalan kebencanaan ini.

Terkait adanya keluhan masyarakat yang mengaku belum mendapatkan bantuan mendapat tanggapan serius dari Sekprov. Dikatakannya, pemerintah perlu mengkroscek siapa saja yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah dan dimana.

Menurut Sekprov, secara teknis distribusi logistik dalam bentuk beras dan sebagainya bukan kewenangan pemerintah provinsi, akan tetapi distribusinya merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota yang terdampak bencana.

Selain Sekdaprov Hidayat Lamakarate dan Sekot Palu Asri. Rapat Akbar Forum Korban Balaroa yang diketuai Abdurrahman M Kasim dan dimoderatori Agus Manggona, juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Palu Reo Arfandi, Ketua Pansus DPRD Sulteng Yahdi Basma, dan sejumlah Kepala OPD terkait.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas