Home Pendidikan

Dikbud Sulteng Usulkan Anggaran Rp200 Miliar Untuk Recovery Pendidikan

196
H Irwan Lahace saat membacakan sambutan di acara Kampaye Kembali ke Sekolah, Sabtu, 2 Februari 2019.. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah H Irwan Lahace M.Si mengungkapkan, pasca bencana gempa, tsunami dan liquifaksi waktu lalu di Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong, sebanyak 339 sekolah di Sulawesi Tengah mengalami rusak berat, dan kurang lebih 1.000 ruang kelas rusak parah.

“Sementara untuk guru yang terdampak bencana sekitar 15.000 orang. Semua guru itu telah mendapatkan perhatian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI) dengan diberikan tunjangan khusus sebanyak Rp1,5 juta per guru,” ujar Irwan saat membacakan sambutan di acara Kampaye Kembali ke Sekolah, Sabtu, 2 Februari 2019.

Kemudian kata Irwan, siswa terdampak bencana sekitar 2.00 ribu orang dari Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong (Padagimo).

“Sekarang ini kami sementara parampungan data yang dilakukan oleh tim assement. Kami berharap dalam waktu dekat itu telah data tersebut rampung,” katanya.

Selain perampungan data, Kata Irwan, Disdikbud Sulteng sementara ini fokus menyusun anggaran recovery (pemulihan) pendidikan.

“Sehingga tahun ini kami rencanakan anggaran sekitar Rp200 miliar lebih untuk recovery pendidikan. Anggaran itu kami sudah kami usulkan kepada Pak Gubernur Sulteng,” ungkapnya.

Irwan juga mengajak para insan pendidikan untuk selalu menyampaikan yel-yel Sulteng Bangkit, Sulteng Kuat.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas