Home Ekonomi

Bank Muamalat Beri Keringanan Nasabah Korban Bencana

199
Bambang Haryo Nugroho. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Pasca bencana alam gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi yang melanda Palu, Sigi dan Donggala 28 September lalu. Bank Muamalat cabang Palu memberikan keringanan pembayaran bagi nasabah yang menjadi korban bencana.

Branch Manager Bank Muamalat cabang Palu, Bambang Haryo Nugroho mengatakan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 45/POJK.03/2017 tentang Perlakuan Khusus Terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank Bagi Daerah Tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam.

“Kebijakan khusus ini berupa pelonggaran aturan untuk restrukturisasi, penilaian kualitas kredit atau pembiayaan syariah/atau pemberian kredit/pembiayaan syariah baru. Sedangkan, untuk perlakuan khusus terhadap kredit pembiayaan syariah Bank mengacu pada peraturan tersebut,” kata Bambang Haryo Nugroho, Rabu, 30 Januari 2019.

Selain itu, pihak bank juga diberikan kelonggaran untuk dapat memberikan kredit baru bagi debitur yang terkena dampak bencana alam.

Sedangkan, untuk penetapan kualitas kreditnya, dilakukan secara terpisah dengan kualitas kredit yang ada sebelumnya.

“Pasca bencana banyak nasabah yang mengalami terdampak parah dan terdampak ringan atau yang tidak terimbas. Untuk keseluruhan nasabah Bank Muamalat sekitar ratusan lebih. Sebagian dari nasabah masih terbilang lancar untuk pembayaran dan sudah hampir Rp10 miliar yang mereka bayarkan,” katanya.

Lanjut dia, untuk nasabah yang meninggal dunia dan jaminan maupun usaha sudah tidak ada akibat likufaksi. Maka, sesuai aturan yang berlaku Bank Muamalat akan melakukan hapus buku. Selain itu, pihaknya saat ini masih melakukan rekturisasi dan rescheduling terhadap nasabah terdampak bencana.

“Tetapi, apabila kondisi nasabah mengharuskan untuk dihapuskan. Yang paling berlaku saat ini restrukturisasi dan rescheduling atau menurunkan nilai angsuran sesuai dengan kemampuan saat ini dan menambah jangka waktu maksimal tiga tahun tanpa harus menambah biaya atau bunga. Kecuali, penambahan jangka waktu kemungkinan ada namanya asuransi agara ketika terjadi sesuatu ahli waris tidak menanggung beban,” ucapnya.

Lanjut Bambang, dengan adanya kebijakan tentang perlakuan khusus ini, perusahaan pembiayaan dapat memberikan relaksasi kepada debitur berupa rescheduling pembayaran angsuran, diskon biaya administratif, dan penghapusan denda akibat keterlambatan pembayaran angsuran.

“Sekarang kita masih identifikasi karena kemarin kita masih fokus keselamatan staf, operasional cabang karena layanan dan tahap ketiga ini kita lihat portofolio. Kalau sudah stabil, kita masuk ke data nasabah, mana yang terdampak mana yang tidak,” ujar Bambang.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas