Home Nasional

Besok, Wapres Pimpin Rakor Bahas Penanganan Bencana di Padagimo

221
Moh Haris Kariming. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan besok, Kamis 31 Januari 2019 akan memimpin rapat koordinasi terkait penanganan dampak bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong (Padagimo).

“Rapat akan berlangsung di ruang Polibu Kantor Gubernur,” kata Kepala Biro Humas Setdaprov Sulteng, Drs Moh Haris Kariming kepada Metrosulawesi.id, Rabu 30 Januari 2019.

Haris mengatakan, Wapres Jusuf Kalla dan rombongan akan tiba di Bandara Mutiara Palu sekira pukul 13.30 Wita.

“Di bandara, pak Wapres akan dijemput langsung oleh pak Gubernur bersama anggota Forum Koordinasi Daerah Sulteng,” kata Haris.

Dari Bandara, Wapres Jusuf Kalla didampingi Gubernur Longki Djanggola langsung menuju kantor gubernur untuk melakukan rapat koordinasi. Rakor tersebut akan membahas soal penanganan dampak bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi.

Dalam daftar undangan yang diperoleh, rapat tersebut akan dihadiri Ketua DPRD Sulteng, Kapolda, Kajati dan sejumlah kepala-kepala dinas/badan lingkup Provinsi Sulteng. Walikota Palu Hidayat, dan tiga bupati, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong juga diundang untuk menghadiri rakor tersebut.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkap rakor tersebut akan membahas penerapan zona relokasi bencana gempa Palu.

“Rencananya Pak Wapres minggu depan mau kesana, rapat disana untuk menerapkan zona relokasi itu,” ujar Basuki usai melaporkan perkembangan rekontruksi bencana gempa, tsunami dan likuifaksi Sulteng, di Kantor Wakil Presiden, Kamis 24 Januari.

Basuki mengungkap, dua hal yang dilaporkannya kepada Wapres JK yakni isu relokasi dan dana stimulan perbaikan rumah korban bencana Palu. Menurutnya, belum juga ditentukannya titik koordinat relokasi korban bencana Palu, menyulitkan eksekusi rekonstruksi di lapangan.

Karenanya, ia berharap Pemerintah Sulawesi Tengah segera menentukan titik relokasi. Sebab, ia menilai saat ini peta pembagian zona merah untuk berat, oranye untuk sedang dan kuning untuk ringan, belum mendetailkan titik koordinat daerah relokasi dan siapa yang harus direlokasi.

Basuki mengungkap, Wapres JK juga sudah mengkonfirmasi langsung kepada Pemprov Sulteng untuk mempercepat penentuan titik koordinat relokasi tersebut. Menurutnya, jika Pemprov Sulteng telah menentukan titik koordinat relokasi, maka KemenPUPR bisa langsung bergerak dan melakukan perencanaan.

“Itu sampai sekarang belum, tadi Pak wapres sudah telepon gubernurnya, karena dari tim lima sudah menyerahkan kepada Pemda, dan Pemda yang harus menindaklanjuti, Pak Gubernur janji minggu depan,” kata Basuki.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas