Home Palu

SMPN 11 Palu Minim Ruang Kelas

250
Sunardiyanto. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala SMP Negeri 11 Palu Sunardiyanto mengungkapkan tahun ini ruangan kelas belajar sekolahnya mengalami kekurangan. Hal ini disebabkan dari tahun ke tahun, siswa yang masuk di SMPN 11 Palu terus bertambah.

“Saat pertama kali ditugaskan untuk memimpin sekolah ini, jumlah siswa SMPN 11 Palu secara sebanyak 247 siswa. Memasuki satu tahun lebih, jumlah siswa bertambah menjadi 302 siswa. Akibatnya, jumlah rombongan belajar di kelas tujuh dan delapan terpaksa dipadatkan, mengingat ruangan yang tidak mencukupi,” jelas Sunardiyanto, Sabtu, 26 Januari 2019.

Apalagi kata dia, saat ini perumahan atau BTN di dekat lingkungan sekolah ini telah terisi semua, dan pasti memicu peningkatan jumlah SMPN 11 Palu.

“Jumlah siswa pasti akan bertambah terus, sementara ruang belajar tidak mencukupi, bahkan saat ini posisinya kurang satu ruangan,” ungkapnya.

Sunardiyanto mengungkapkan untuk mengakali kekurangan kelas itu, pihaknya berencana melakukan penyempitan dengan cara memadatkan jumlah siswa (menambah jumlah siswa) dalam satu ruang kelas.

“Langkah ini pernah saya lakukan pada tahun lalu, dengan menyempitkan atau memadatkan kelas tujuh. Sekarang sempitkan kelas delapan, mengingat sekolah ini hanya menggunakan sepuluh kelas saja,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, sepuluh ruangan kelas yang dimiliki SMPN 11 Palu ditempati oleh Kelas IX sebanyak tiga ruangan, Kelas VIII tiga ruangan, dan Kelas VII sebanyak empat ruangan. Sementara, jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (Rombel) Kelas VII rata-rata 32 siswa, Kelas VIII 30 orang, dan Kelas IX sekitar 25 orang.

Tinggal lima bulan lagi, kata dia, sudah memasuki tahun ajaran baru. Pasti pada tahun ajaran baru nanti, SMPN 11 Palu akan kekurangan kelas, minimal satu rombel. Untuk itu, dirinya berencana mengubah ruang guru menjadi ruang kelas. Sebab, berdasarkan informasi yang diterimanya, SMPN 11 Palu akan mendapatkan bantuan rehabilitasi ruangan kantor guru dan kepala sekolah.

“Kalau itu tidak jadi, maka terpaksa guru tidak memiliki ruangan,” jelasnya.

Selain ruang kelas, Water Closet (WC) di SMPN 11 Palu tidak memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dari 302 siswa, sekolah ini hanya memiliki dua WC, masing-masing satu WC putra dan satu WC putri. Jika mengacu standar, seharusnya satu WC itu digunakan 35 siswa, baik itu siswa putra maupun siswa putri.

“Sebelumnya saya mendapat informasi akan mendapatkan bantuan penambahan WC, tapi ternyata karena banyak sekolah yang butuh, bantuan tersebut bergeser ke sekolah lain, saya juga maklum. Saya juga lihat itu untuk dianggaran DAK tahun 2019, itu juga belum masuk SMPN 11 Palu,” tuturnya.

Dia berharap, tahun ajaran baru ini, kebutuhan WC SMPN 11 Palu juga sudah bisa dianggarkan. Secara keseluruhan, SMPN 11 Palu membutuhkan delapan WC.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas