Home Ekonomi

OJK Minta Bank Sulteng Perkuat Layanan ITE

346

Palu, Metrosulawesi.id – Guna menunjang kinerja perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah sangat berharap khususnya kepada Bank Sulteng harus memperkuat basis layanan dibidang informasi dan teknologi.

Ketua OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Gamal Abdul Kahar menerangkan hal utama yang perlu didorong atau diperkuat yang pertama adalah infrastruktur Bank Sulteng terutama layanan mobile banking.

“Seperti yang kami evaluasi ketersediaan layanan ini sangat membantu dari kinerja dan pelayanan kepada masyarakat dalam hal menabung,” kata Gamal Abdul Kahar, Sabtu (26/1/2019).

Menurutnya, hal ini dilakukan sebagai komitmen dari pihak Bank Sulteng untuk memberikan kemudahan transaksi bagi seluruh nasabah sejalan dengan pengimplimentasian program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) yang telah dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada tahun 2012.

“Kami sangat berharap pada layanan tersebut. Sehingga, di tahun ini sudah harus bisa dilakukan secara maksimal dalam bertransaksi. Selain itu, program Bank Sulteng berupa Simpeda ini juga memiliki daya tarik tersendiri yaitu salah satunya pengundian hadiah yang secara rutin dilaksanakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gamal Abdul Kahar menjelaskan program keuangan inklusif dirancang mengingat masih banyak anggota masyarakat yang belum mengenal, menggunakan, atau mendapatkan layanan perbankan dan layanan keuangan lainnya, antara lain karena bertempat tinggal di lokasi yang jauh dari kantor bank atau adanya biaya atau persyaratan yang memberatkan.

“Laku Pandai akan menyediakan produk-produk keuangan yang sederhana, mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang belum dapat terjangkau layanan keuangan saat ini,” jelasnya.

Selain itu, Laku Pandai diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat untuk menyimpan dan memanfaatkan uang yang dimilikinya dengan lebih murah, aman dan cepat. Nasabah, setelah menabung secara berkala dan dinilai baik oleh bank bisa mengajukan kredit atau pembiayaan mikro untuk tujuan produktif dan mendukung
keuangan inklusif.

“Masyarakat diharapkan juga bisa terbebas dari jerat lintah darat yang selama ini menyulitkan kehidupan mereka dengan bunga pinjaman yang sangat tinggi. Selain itu, masyarakat nantinya juga bisa membeli polis asuransi mikro dari agen yang telah bekerjasama dengan perusahaan asuransi,” harapnya.

Sejalan dengan perluasan akses keuangan ke masyarakat ini, OJK bersama industri jasa keuangan akan terus mengintensifkan pemberian edukasi mengenai manfaat produk dan layanan sektor keuangan serta perencanaan keuangan yang baik ke masyarakat, sehingga kehadiran layanan sektor keuangan benar-benar memberikan
peningkatan kesejahteraan kepada masyarakat.

“Saya mengajak masyarakat agar menabung harus dijadikan budaya dalam hidup kita. Karena dengan menabung kita dapat memetik banyak manfaat seperti tersedianya dana cadangan untuk keperluan yang tidak terduga maupun biaya persiapan masa depan yang direncanakan sebelumnya dan memberikan kesempatan kepada pihak lain untuk dapat memanfaatkan dana dalam kegiatan usaha,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas