Home Donggala

Izin Galian C Masih Moratorium

263
Muhammad Naeng. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Kepala Bidang Mineral dan Batubara Dinas ESDM Sulteng Muhammad Naeng mengungkapkan izin pertambangan galian C di poros Palu-Donggala sampai saat ini masih moratorium.

“Untuk di Palu dan Donggala belum bisa mengajukan izin galian C karena masih moratorium, kecuali untuk perpanjangan atau perubahan,” ungkap Naeng belum lama ini.

Namun moratorium tersebut kata dia hanya berlaku untuk wilayah Palu dan Donggala. Sementara untuk kabupaten lainnya dipersilakan apabila ada yang ingin mengajukan izin galian C.

“Moratorium di Palu dan Donggala sesuai kajian lingkungan yang mana galian C yang beroperasi disana melebihi daya dukung lingkungan, itu yang ditindaklanjuti bapak gubernur,” tandas Neng.

Sebelumnnya diberitakan, pascalongsor di jalan poros Palu-Donggala tepatnya di Desa Loli Dondo Kecamatan Banawa yang diduga kuat akibat aktivitas pertambangan galian C, Pemprov Sulteng melalui Dinas ESDM akan melakukan evaluasi.

“Evaluasi selalu kami lakukan, apalagi kalau ada kejadian begini, tetapi harus secara komprehensif melibatkan Dinas Lingkungan Hidup,” ungkap Plt Kepala Bidang Mineral dan Batubara Dinas ESDM Sulteng Muhammad Naeng, Rabu, 23 Januari 2019.

Dia menjelaskan dalam melakukan evaluasi ESDM Sulteng tidak bisa bekerja sendiri. Evaluasi harus dilakukan bersama pihak-pihak terkait salah satunya Dinas/Badan Lingkungan Hidup.

“Selama ini persepsi orang kalau ada kejadian-kejadian seperti itu semuanya kepertambangan,” ucapnya.

Naeng mengatakan setelah melakukan evaluasi, baru akan dipustukan untuk memberikan sanksi. Sanksi akan diberikan secara berjenjang dimulai tahap peringatan melalui Kepala Dinas ESDM.

“Pasti ada peringatan tapi itu kewenangan pimpinan yang menyampaikan, tentunya sesuai SOP,” katanya.

Dia mengungkapkan pertambangan yang beroperasi di poros Palu-Donggala tercatat memiliki izin. Izin tersebut terus dipantau melalui inspektur pertambangan Dinas ESDM Sulteng.

“Cuma saya tidak ingat pasti berapa pertambangan di sana, tapi kalau dari kami, inspektur rutin melakukan pengawasan,” pungkas Naeng.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas