Home Parigi Moutong

Diresmikan, Pondok Pesantren Lisaanul Arab di Parigi

312
PERESMIAN - Pondok Pesantren Lisaanul Arab di kelurahan kampal kecamatan Parigi, diresmikan, Minggu 27 Januari 2019. (Foto: Zoel Fahry/ Metrosulawesi)

Parimo, Metrosulawesi.id – Bupati Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Samin Latandu meresmikan Pondok Pesantren Lisaanul Arab, yang bertempat di kelurahan kampal kecamatan Parigi, pada Minggu 27 Januari 2019, sekitar jam 16.00 Wita. Pondok Pesantren Lisaanul Arab tersebut disiapkan untuk mencetak para Tahfiz Al Qur’an bagi anak di Parimo.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Samin Latandu mengatakan, berdirinya Pondok Pesantren Lisaanul Arab tersebut dapat menambah daftar panjang Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Parimo.

“Dengan berdirinya Pondok Pesantren Lisaanul Arab di Parigi, para orang tua dapat memasukan anak anaknya di Pondok Pesantren tersebut, karena Pondok Pesantren Lisaanul Arab tidak hanya belajar Tahfidz Al Qur’an, tetapi juga belajar bahasa Arab, Kitab Gundul, Ilmu Fiqhi dan lain lain,”ungkapnya saat meresmikan Pondok Pesantren itu.

Ia berharap, agar para orang tua dapat memasukan anak anaknya di Pondok Pesantren tersebut,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parimo, yang diwakili Kepala Tata Usaha Kemenag Parimo Drs Mappiase MM dalam sambutanya mengatakan, bahwa Pondok Pesantren Lisaanul Arab sebagai media untuk menumbuhkembangkan ilmu pendidikan agama bagi anak anak di Kabupaten Parimo.

“Di Kabupaten Parimo masih susah mencari kader kader Penghafal Al Quran. Insya Allah dengan adanya Pondok Pesantren Lisaanul Arab akan mencetak Hafidz Hafidzah sampai 30 juz,” ungkapnya.

Sementara itu juga, Pimpinan Pondok Pesantren Lisaanul Arab, Abd Muhid Bunadi Lc mengungkapkan, bahwa tujuan didirikanya pondok Pesantren, selain pembinaan agama, juga mempermudah para anak anak menuntut ilmu agama dan tidak jauh sampai keluar daerah.

“Di bangunya Pondok pesantren ini, agar anak anak kita tidak jauh lagi belajar sampai keluar daerah, misalnya di jawa, sumatera, makassar dan lain lain,” katanya.

Abd Muhid juga mengatakan, bahwa langkah awal Pondok Pesantren Lisaanul Arab baru memiliki 20 orang santri. Sebanyak 10 orang santri menetap di pondok, dan 10 orang lagi masih belajar pulang pergi dari rumah ke pondok dikarenakan ruangan pondok terbatas.

“Tenaga pengajar saat ini sudah disiapkan para ustadz yang berpengalaman berasal dari Jawa dan menguasai hafalan Al Quran 30 juz,” tuturnya.

Reporter: Zoel Fahry
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas