Home Ekonomi Pascabencana, Saldo Bank Sulteng Naik Jadi Rp1 Triliun

Pascabencana, Saldo Bank Sulteng Naik Jadi Rp1 Triliun

78
SEMARAK SIMPEDA - Malam pengundian Semarak Simpeda yang digelar PT Bank Sulteng di Taman Gor Palu, Sabtu malam 26 Januari 2019. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Direktur Bank Sulteng, Rahmat Haris mengajak seluruh nasabahnya untuk bangkit dari bencana yang melanda Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala).

“Kemenangan sejati bukanlah tidak pernah terpuruk dan tidak pernah kalah. Namun, karena kamu sanggup bangkit dari setiap keterpurukan dan setiap bencana itu datang,” katanya dalam sambutannya di acara malam pengundian tabungan Semarak Simpeda Rp1,4 miliar periode program 1 April – 31 Desember 2018.

Menurutnya, gempa, likuifaksi dan tsunami yang terjadi September lalu, adalah sebagai ujian bagi semua manusia agar lebih baik lagi. Ini merupakan bencana alam yang sangat memprihatinkan. “Sehingga, kami merespons dengan apa yang telah terjadi beberapa waktu yang lalu. Tapi, kita tidak boleh larut dalam suasana, kita harus bangkit dan kuat menghadapi segala musibah,” ujarnya.

Rahmat kemudian menjelaskan terkait desain panggung acara malam pengundian tabungan Semarak Simpeda yang malam itu didominasi warna merah. Bank Sulteng katanya, memilih warna merah sebagai tema kegiatan tersebut, karena merah merupakan lambang kesetiaan para orang yang bangkit dan memiliki hasrat untuk maju.

“Warna merah melambangkan orang yang berani dan bangkit atau warna orang yang punya dinamika,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan Bank Sulteng memberikan dukungan dan apresiasi atas bangkitnya Pasigala. Rahmat mengungkapkan, program Rp1,4 miliar tersebut merupakan gambaran kebangkitan masyarakat di Sulawesi Tengah untuk saat ini.

“Kenapa kami sampaikan hal itu, karena sebelum gempa saldo di rekening tabungan Bank Sulteng kurang lebih Rp600 miliar. Tapi, setelah bencana saldo rekening semakin bertambah menjadi Rp1 triliun,” katanya.

Dia menyebutkan dari hasil naraca sampai dengan tutup tahun 2018 bahwa Sulawesi Tengah telah bangkit dan sungguh luar biasa pencapaian dari bank daerah saat ini. Yang mana Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat umum telah memberikan kontribusi yang sangat baik.

“Ini adalah 50 tahun Bank Sulteng. Artinya kami sangat berbahagia di tahun ini karena kami menyiapkan segala sesuatu seperti hadiah mobil, kami siapkan kembali di tahun ini. Serta, Bank Sulteng berterima kasih kepada nasabah yang telah menabung,” ucap Rahmat Haris.

Ia menerangkan bahwa capaian aset dari Bank Sulteng pada tahun 2018 sebesar Rp6 triliun. Kemudian DPK sebanyak Rp3,6 triliun dan pencapaian kredit di Bank Sulteng sebesar Rp3,4 triliun.

“Alhamdulillah, saya akan senantiasa menyampaikan selalu bahwa bank ini adalah bank miliknya masyarakat Sulawesi Tengah karena capaian milik kita bersama,” pungkasnya.

Mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, sekretaris Daerah Moh Hidayat Lamakarate mengapresiasi Bank Sulteng yang dapat memberikan perhatian kepada nasabah.

Lanjut, dia mengungkapkan seiring dengan meningkatnya nasabah Simpeda. Ini membuktikan PT Bank Sulteng mendapatkan tempat yang layak dihati masyarakat yang sudah memiliki kepercayaan untuk menempatkan dana di bank tersebut.

Dia berharap melalui penarikan undian Simpeda bukan hanya sekadar seremoni dan dipandang sebagai pemberian hadiah semata. Akan tetapi, melalui pengundian ini lebih menjalin hubungan yang baik antara PT Bank Sulteng dan nasabah. Sehingga, ke depan bisa memberdayakan dan mengangkat pelaku Usaha kecil dan menengah (UMKM). Sekaligus, meratakan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di daerah ini.

“Kami mengharapkan hadiah yang diberikan Bank Sulteng menjadi daya tarik tersendiri agar nasabah lebih giat menabung dan mampu meningkatkan perekonomian di Sulawesi Tengah,” harapnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here