Home Palu

Tiga Kandidat Berebut Rektor Untad

529
TETAP KOMPAK - Para kandidat Rektor Universitas Tadulako (dari kiri ke kanan): Prof Zainuddin, Prof Djayani, Prof Mahfudz dan Dr Nur Ali tetap kompak saat tahap penyaringan di Lantai II Gedung Media Center Untad, Jumat, 25 Januari 2019. (Foto: Humas Untad)

  • Hasil Penyaringan Senat: Prof Mahfudz 46 Suara, Prof Djayani 15

Palu, Metrosulawesi.id – Tahap penyaringan bakal calon Rektor Universitas Tadulako (Untad) Periode 2019-2023, diwarnai dengan pengunduran diri Prof Ir Zainuddin Basri Ph.D. Prof Zainuddin yang merupakan kandidat Pilrek nomor urut 4 mengundurkan diri setelah mengikuti pemaparan visi-misi dan pemungutan suara di Lantai II Gedung Media Center Untad, Jumat, 25 Januari 2019.

Penyaringan yang dilakukan panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) untuk mendapatkan tiga calon dari empat bakal calon yang ada. Keempat bakal calon tersebut, Dr Muh Nur Ali M.Si nomor urut 1, Prof Dr Mahfudz MP nomor urut 2, Prof Dr Jayani Nurdin M.Si nomor urut 3 dan Prof Ir Zainuddin Basri Ph.D nomor urut 4.

Prof Zainuddin menyampaikan pengunduran dirinya usai penghitungan suara anggota Senat Untad dibacakan yang hasilnya mengunggulkan Prof Mahfudz 46 suara dan Prof Djayani 15 suara. Dari total 61 suara, Prof Zainuddin dan Dr Nur Ali sama-sama tidak mendapatkan dukungan suara.

Saat panitia ingin melakukan pemungutan suara kembali untuk medapatkan tiga calon yang akan maju ke tahap selanjutnya, Dekan Fakultas Pertanian Untad itu menyatakan mundur dengan alasan kesehatan. Keputusan Prof Zainuddin diterima panitia, senat dan tiga kandidat lainnya.

Dengan pengunduran tersebut, secara otomatis Prof Mahfudz, Prof Djayani dan Dr Nur Ali ditetapkan sebagai calon Rektor yang melaju ke tahap penelurusan rekam jejak sebelum pemilihan.

Adapun sebelum pemungutan suara, para bakal calon telah memaparkan visi misinya yang secara umum akan fokus terhadap pengembangan mutu akademik, peningkatan sumber daya manusia dan infrastruktur. Pemaparan visi misi dan pemungutan suara dihadiri Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemenristekdikti Ir Wisnu Sardjono Soenarso M.Eng mewakili menteri.

Rektor Prof Dr Ir Muhammad Basir SE MS menjelaskan rektor terpilih penggantinya kemungkinan baru akan ditetapkan akhir Februari atau Maret mendatang. Itu mengingat masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui kandidat calon rektor.

“Kalau memang tidak cukup waktu setelah masa jabatan saya berakhir, kemungkinan akan ditunjuk pejabat carekater. Tapi saya yakin pasti sudah terpilih akhir Februari dan akan langsung dilantik,” ucap Prof Basir.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Senat Untad Prof Hasan Basri Ph.D mengungkapkan setelah penyaringan, kemungkinan proses pemilihan dan penetapan Rektor Untad periode 2019-2023, akan diselenggarakan sebulan setelahnya, yakni pada akhir Februari 2019.

“Belum bisa kita sampaikan waktu pasti pemilihan Rektor, tetapi kita bisa prediksi pelaksanaannya itu kemungkinan di akhir-akhir Februari,” tandasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas