Home Palu

MKKS SMP Studi Banding ke Malaysia-Singapura

259
Ramlah M Siri. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Palu pada April 2019 akan melakukan studi banding ke Malaysia dan Singapura.

“Kunjungan ke luar negeri ini bertujuan untuk membandingkan pengelolaan pendidikan luar negeri dengan pendidikan di tanah air. Paling tidak dapat membuka cakrawala sebagai Kepala Sekolah,” kata Ketua MKKS SMP Kota Palu Hj Ramlah M Siri, belum lama ini.

Ramlah mengungkapkan, hasil kunjungan itu diharapkan dapat memberikan warna tersendiri untuk dunia pendidikan Kota Palu.

“Jika kita ingin membuka wawasan atau cakrawala memang kita harus melihat keluar. Dan sebenarnya agenda awal itu di Makassar, tetapi tiba-tiba gempa, dan pasca gempa kita para kepsek mengurus sekolah masing-masing, sehingga kami putuskan melaksanakan studi banding April mendatang,” katanya.

Kata dia, MKKS SMP akan mengunjungi sekolah-sekolah terbaik di Malaysia dan Singapura. Kata dia, banyak hal yang dapat dipelajari dari studi banding tersebut, diantaranya sistem manjerial sekolah itu.

“Selain itu mungkin akan dilihat seperti apa proses belajar mengajarnya di kelas. Karena pasti metode pembelajaran di luar negeri berbeda dengan di Indonesia. Sehingga kedepannya hal itu dapat menjadi wawasan para kepsek. Apalagi managerial sekolah di luar negeri kita bisa terapkan di sekolah kita sendiri, tentunya itu sangat baik,” ungkapnya.

Ramlah mengaku para kepsek antusias melakukan studi banding tersebut. Jika tidak ada halangan, kata Ramlah, Kadisdikbud Palu dan Kabid SMP akan turut serta.

Selain itu, Ramlah juga menyampaikan bahwa hampir hampir semua SMP di Kota Palu melaksanakan UNBK tahun ini.

“Meskipun pasca gempa, tetapi kesiapan sekolah-sekolah untuk melaksanakan UNBK cukup baik. Alhamdulillah hampir semua SMP menyatakan siap menyelenggarakan UNBK, baik itu SMP negeri maupun swasta,” ujarnya.

Menurut Ramlah, hanya beberapa sekolah saja yang belum UNBK, seperti SMPN 18 Palu dan SMPN 3 Palu. Alasannya, karena banyaknya ruangan yang hancur akibat bencana lalu.

“Sekolah ini mempunyai kelas darurat tetapi tidak memungkinkan sebagai tempat persiapan UNBK, jadi mungkin masih tetap UNKP dulu. Namun dua sekolah itu kedepannya tetap akan berusaha menyelenggarakan UNBK tahun depan,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas