Home Palu

Haris: Gubernur Tak Anti Kritik

241
Moh Haris Kariming. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng Moh Haris Kariming menegaskan Gubernur H Longki Djanggola tidak anti terhadap kritikan. Penegasan tersebut disampaikan menanggapi pemberitaan sejumlah media atas kemarahan Gubernur menyikapi kritikan masyarakat terkait penanganan bencana di Sulawesi Tengah.

Haris menilai masyarakat keliru memahami kemarahan Gubernur tersebut. Diantaranya yang terjadi saat dialog Publik Rencana Aksi Daerah (RAD), tentang rehabilitas dan rekonstruksi pasca bencana di Sulawesi Tengah, yang difasilitasi oleh Bappeda bersama UNDP, di Hotel Santika Palu belum lama ini.

Menurutnya, Gubernur marah bukan karena dikritik, tetapi marah karena ada peserta dialog yang saat itu menyampaikan aspirasinya dinilai tidak beretika dan memalukan. Saat diskusi formal sedang berlangsung dalam sesi diskusi percepatan pembangunan Huntara, tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan salah seorang warga dari belakang. Ia seolah memprotes kinerja pemerintah dan meminta segera membangun Huntap.

“Saat diskusi formal dan ilmiah sedang berlangsung, Seorang warga peserta dialog dari belakang tiba-tiba berteriak stop huntara, segera bangun Huntap,’’ jelas Karo Humas.

Mestinya kata Haris dalam forum formal seperti itu mesti mengikuti aturan dan tata cara diskusi yang baik, bukan menunjukan arogansi. Apalagi pertemuan tersebut dihadiri Satgas PUPR, perwakilan Bappenas, para Deputi dari beberapa kementerian dan bahkan perwakilan asing seperti tim World Bank, Dubes Swiss, Palang Merah Internasional (RED CROSS), ADB, JICA dan beberapa NGO dalam dan luar negeri yang melakukan pendampingan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Disampaikan pula, keliru jika ada yang menilai RAD adalah sekadar laporan kepada Gubernur dari Bupati/walikota. Sesuai topik kegiatan, merupakan penyampaian program kerja rencana aksi daerah (RAD) yang merupakan rencana strategis para bupati/walikota yang terdampak bencana tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, yang digelar terbuka untuk publik agar mendapatkan masukan untuk penyempurnaan RAD itu sendiri.

Dalam acara tersebut banyak aspirasi, saran dan kritik stakeholder yang hadir diantaranya para akademisi, perwakilan LSM dan beberapa yayasan diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, saran dan kritikannya. Semua saran, kritik dan aspirasi yang disampiakn dengan etika dialog yang baik diapresiasi positif oleh gubernur, sebagai masukan.

‘’Contohnya, kritikan dan aspirasi yang disampaikan akademisi Alimudin Rauf, Rahman Kasim yang mewakili Forum masyarakat korban likuifaksi Balaroa, Lahmudin Yoto dari Yayasan Tanah Merdeka, dan beberapa perwakilan LSM perempuan. Apakah saran, kritik dan aspirasi yang disampaikan oleh mereka-mereka juga digolongkan sekadar membuat laporan kepada gubernur? (Seperti anggapannya saudara Yahdi Basma),’’ ucapnya.

Untuk itu Karo Humas meminta agar masyarkat lainya dalam menyampaikan kritikan, baik secara langsung maupun melalui media apapun, tidak mengabaikan etika, apalagi yang menyampaikan dan materi yang disampiakan justru tidak diketahui dengan pasti duduk permasalahannya, apalagi dipolitisasi. Sehingga pendapat yang disampaikan justru menimbulkan opini yang membingungkan dan meresahkan masyarakat.

‘’Mestinya disituasi seperti ini kita semua saling membantu meredam keresahan masyarakat, tidak saling memprovokasi. Gubernur tidak pernah alergi untuk dikritik, sepanjang disampaikan dengan baik. Bahkan gubernur membuka ruang jika ada masyarakat yang ingin menyampikan aspirasinya secara langsung,’’ terang Haris.

Selaku penanggungjawab penanganan bencana di Sulawesi Tengah lanjut Haris, Gubernur terus berupaya untuk melakukan percepatan pemulihan pasca bencana. Gubernur memastikan agar masyarakat korban bencana semua tertangani dengan baik.

‘’Masyarakat tidak perlu kuatir, pemerintah tetap bersama masyarakat untuk segera memulihkan kondisi pasca bencana,’’ kata Haris.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas