Home Politik

Caleg Duafa Sebut Warga Biromaru Butuh Huntap

227
DIKAWAL - Caleg Duafa Nasdem Sigi asal Biromaru, Imran Latjedi, saat mengawal pembangunan hunian sementara (Huntara) di Biromaru. Kini, warga Biromaru mendesak pemerintah memberi kepastian menerima hunian tetap. (Firmansyah Badjoki/ Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.id – Calong Anggota Legislative (Caleg) DPRD Sigi dari Partai Nasdem, Imran Latjedi, mengungkapkan, masyarakat di wilayah Biromaru khususnya berdomisili di Desa Lolu ditegaskannya tidak lagi membutuhkan hunian sementara (Huntara).

Imran sapaannya kepada wartawan, Kamis, 24 Januari 2019, mengatakan, sebab masyarakat di Biromaru saat ini sebagai korban bencana gempa dan likuifaksi tidak lagi membutuhkan Huntara, tetapi membutuhkan hunian tetap (Huntap).

“Bukan cuma masyarakat lain saja termasuk diriku putra daerah Biromaru membutuhkan hunian tetap. Sebab, saya tidak malu kelak disebut Caleg Duafa,” ungkap Caleg Nasdem Dapil Biromaru, Tanambulava, dan Gumbasa itu.

Imran yang juga menjabat ketua Garda Pemuda Nasdem Sigi ini menambahkan, pada hakekatnya pemerintah hingga sekarang belum memberikan kepastian tentang penerima hunian tetap itu. Padahal masyarakat terkena dampak bencana lalu telah menantikannya.

“Jangan sampai ada masyarakat Biromaru yang menerima hunian tetap, dan ada pula yang tidak menerima. Olehnya saya bersikeras agar semua warga disini menerima bantuan hunian tetap,” terang mantan kepala desa Lolu itu.

Menurutnya, masyarakat Lolu yang menjadi korban bencana lalu sesuai data sekarang dipastikan mencapai 4.800 jiwa. Data ini belum terhitung dari desa tetangga Pombewe, Loru, Mpanau, Jono Oge, dan Sidera. Sehingga masyarakat bersamanya saat ini untuk meminta kepastian mendapatkan bantuan hunian tetap tersebut.

Reporter: Firmansyah Badjoki
Editor: Masruhim Parukkai

Ayo tulis komentar cerdas