Home Sulteng

Usut Dugaan Korupsi Morowali dan Morut

514
DEMO KORUPSI - Ratusan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sulteng Anti Korupsi, menggelar aksi damai di depan Polda Sulteng dan Kejaksaan Tinggi Negeri, Rabu 23 Januari 2019. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

*Permintaan Pengunjukrasa ke Polda dan Kejati

Palu, Metrosulawesi.id – Ratusan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sulteng Anti Korupsi, menggelar aksi damai menuntut kepada pihak Polda Sulteng dan Kejaksaan Tinggi Negeri, untuk mengusut tuntas kasus korupsi yang ada di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara.

Ratusan massa aksi itu mendatangai kantor Polda Sulteng dan Kantor Kejaksaan Tinggi Negeri, dengan membawa spanduk. Sayang niat dari para pendemo untuk bertemu Kapolda Sulteng dan Kajati Sulteng, tidak kesampaian, dikarenakan petinggi kedua institusi itu, sedang tidak ada di tempat dan sedang sakit.

Dalam Orasinya, Ismail, selaku Kordinator Lapangan (Korlap) mengatakan, untuk Kabupaten Morawali BPK Sulteng, merilis dan mendapatkan temuan senilai Rp10,8 miliar lebih, sementara baru di kembalikan dari Pemda Morowali sebesar Rp243 juta, sehingga temuan yang masih tersisa yang belum dikembalikan Pemda yaitu senilai Rp10,5 miliar lebih.

“Sedangkan temuan BPK Sulteng untuk Kabupaten Morowali Utara, berupa penyalahgunaan pendapatan retribusi, pelayanan kesehatan puskesmas, dan dana non kapitasi pada Dinas Kesehatan yang mengakibatkan kekurangan kas daerah sebesar Rp682 juta lebih. Kabupaten Morut juga melakukan pengadaan tanah untuk area perkantoran, yaitu Dinas Perhubungan, Perumahan dan Kawasan Pemukiman, yang memakan anggaran sebesar Rp3,24 miliar. Hal ini tidak sesuai dengan ketentuan,” tambahnya.

Bukan hanya itu, Ismail juga mengatakan Pemda Morut juga melaksanakan sembilan paket pekerjaan pembanguan gedung pada lima OPD. Paket pekerjaan itu menurutnya, tidak sesuai dengan ketentuan sehingga mengakibatkan kelebihan pembayaran sebesar Rp1,52 miliar.

“Kami datang untuk bertemu dengan Kapolda Sulteng dan Kajati Sulteng, namun mereka tidak bisa bertemu dengan kami. Dan ini akan kami jadi kan catatan buat kami, bahwa dua pimpinan institusi ini enggan bertemu dengan rakyat,” ucapnya.

Reporter: Eddy
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas