Home Ekonomi

Menikmati Kaledo Sambil Lesehan di Atas Kolam

1104
SEJUK DAN NYAMAN - Pondok kecil atau gazebo di Warung Makan Kaledo Berkah dibangun di atas kolam. (Foto: Ist)

*Buka Rumah Makan Kaledo Milik Alimudin

Empat bulan pascabencana gempa, stunami dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala, geliat pertumbuhan tempat usaha baru sudah mulai terlihat. Seperti yang dilakukan Alimudin. Dia membuka usaha kuliner “Warung Makan Kaledo Berkah” untuk persiapan mengisi masa purnah tugas.

MASA pensiun Alimudin dari pegawai negeri sipil masih lima tahun lagi. Namun, dia tak mau pada pensiun itu terlewatkan begitu saja. Untuk mengisi kekosongan waktu selama pensiun, dia pun mendirikan usaha kuliner khas Palu—Kaledo.

Alimudin bercerita bahwa seseorang yang sudah memasuki masa  pensiun akan tidak ada lagi kegiatan yang dilakukannya. Namun, itu sebenarnya tidak menjadi alasan untuk seseorang membangun usaha apa pun.

“Mulailah menabung maupun membangun usaha untuk dana pensiun dari sekarang. Semakin cepat kamu mulai, maka akan semakin besar keuntungan yang bisa kamu dapat saat nanti sudah tidak produktif bekerja lagi,” ucap Alimudin kepada Metrosulawesi di rumahnya, Senin 21 Januari 2019.

Bersama istrinya, PNS yang sehari-harinya bekerja di kantor perbendaharaan Sulteng itu sebelumnya juga sudah membuka usaha rumah makan yang menjual nasi kuning. Bahkan tidak itu saja, keluarga ini juga sudah membuka usaha budidaya ikan mujair.

“Hasil dari usaha budidaya ikan mujair ini biasanya dipasok ke Rumah Makan Pondok Pinang dan Sauna Alam Pratama,” ungkap Alimudin.

Usaha jualan kaledo yang baru dibukanya itu, didanai dari hasil menjual ikan mujair, dan ditambah dengan dana simpanan.

“Ada juga dari pinjaman bank Sekitar untuk bahan bangunan dan upah kerja untuk bangun usaha ini,” ungkapnya.

Harga kaledo yang ditawarkan relatif murah. Yakni hanya Rp10 ribu satu porsi. Selain kaledo rumah makan milik Alimudin juga menjual menu-menu menarik lainnya.

“Menu utama kami di sini itu, ialah Kaledo. Tetapi tidak menutup kemungkinan kami akan menambah menu khas kaili yang lain dan juga ditambah dengan minuman jus, ayam bakar, serta ikan mujair,” tutupnya.

Rumah makan khas kaledo yang beralamat di Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu milik Alimudin ini memiliki suasana berbeda dari warung makan biasanya.

Untuk tempat makan di warung ini, selain disiapkan meja dan kursi. Juga ada dua gazebo yang disiapkan bagi mereka yang ingin duduk lesehan. Di sini pengunjung yang datang akan tersuguhkan dengan suasana alam yang kental.

Dua gazebo yang terhubungan jembatan kecil itu dibangun di atas kolam ikan. Untuk sekadar pengaman agar anak-anak pengunjung tak jatuh ke kolam. Di gazebo yang dipagari dengan kayu tidak terdapat kursi atau tempat duduk. Yang ada hanya meja pendek. Di sini pengunjung menikmati kaledo dengan duduk lesehan di atas kolam.

Alimudin mengaku sengaja membuat usaha di tempat itu, karena selain alamnya yang asri, juga lingkungan sekitarnya sedikit jauh dari keramaian.

“Dulu ada dua gazebo di tempat itu untuk digunakan bersantai di akhir pekan. Lalu saya berfikir mending tempat ini dibuatkan untuk usaha saja agar di masa pensiun ada kegiatan yang dilakukan,”  kata dia.

Warung Makan Kaledo Berkah ini rupanya hanya buka selama enam hari. Yaitu hanya Sabtu hingga Kamis. Sedangkan Jumat tutup. Pada hari itu, para karyawan diliburkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas