Home Sulteng Enggan Bertemu Demonstran, Kajati Didoakan Nyaman di Kursi Empuknya

Enggan Bertemu Demonstran, Kajati Didoakan Nyaman di Kursi Empuknya

108
Kajati Sulteng, Muhammad Rum. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Ratusan mahasiswa dan masyarakat mendoakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah, Muhammad Rum, nyaman berada dikursi empuknya setelah Kajati tidak bersedia menerima demonstran di halaman Kejati Sulawesi Tengah, Rabu 23 Januari 2019.

Ratusan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sulteng Anti Korupsi itu ingin meminta komitmen Kajati dalam mengusut tuntas dugaan korupsi di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara.

Doa kepada Kajati Sulawesi Tengah itu wujud kekecewaannya warga atas sikap Kajati yang tidak mau bertemu demonstran dengan alasan sakit. Padahal menurut informasi yang diterima demonstran, Kajati dalam keadaan sehat-sehat saja.

“Tim negosiator kita gagal bertemu dengan Kajati untuk meminta komitmen supaya kejaksaan mengusut tuntas dugaan korupsi di dua kabupaten tersebut. Tapi sayangnya Kajati dengan alasan sakit tidak bersedia menemui kita. Mari kita doakan supaya Kajati nyaman dukursi empuknya,” tegas orator demonstaran, Dedi.

Tidak diresponsnya tuntutan tersebut, warga mengancam akan kembali dengan massa yang lebih banyak bila Kejati tidak menunjukkan geliat menuntas dugaan korupsi di Morowali dan Morowali Utara.

Sementara itu Kordinator Lapangan (Korlap), Ismail dalam orasinya mengatakan berdasarkan temuan BPK Sulawesi Tengah terdapat temuan senilai Rp10,8 miliar sementara baru di kembalikan dari Pemda Morowali sebesar Rp243 juta, sehingga masih tersisa senilai Rp.10, miliar.

Sedangakan temuan BPK Sulawesi Tengah untuk Kabupaten Morowali Utara, berupa penayalagunaan pendapatan retribusi, pelayanan kesehatan, dan dana non kapitasi pada Dinkes yang mengakibatkan kekurangan kas daerah sebesar Rp682,14 juta, Kabupaten Morut juga melakukan pengadaan tanah untuk area perkantoran, yaitu Dinas Perhubungan, Perumahan dan Kawasan Pemukiman, yang memakan anggaran sebesar Rp3,24 miliar, karena hal ini tidak sesuai dengan ketentuan.

Reporter: Ewin Kandabu
Editor: Syamsu Rizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here