Home Palu SMPN 5 Palu Dipastikan UNBK

SMPN 5 Palu Dipastikan UNBK

186
PEMANTAUAN - Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ambotuo saat memantau komputer di ruangan laboratorium komputer SMPN 5 Palu, belum lama ini. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – 2019 menjadi tahun pertama bagi SMP Negeri 5 Palu melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Hal itu dikatakan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ambotuwo saat melakukan pemantauan di laboratorium komputer SMPN 5 Palu. Dia memastikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu segera memenuhi kekurangan komputer SMPN 5 Palu.

“Pastinya, sebelum pelaksanaan UNBK, sudah terpenuhi semua, bukan hanya SMPN 5 Palu, tapi seluruh SMPN yang sudah berkomitmen melaksanakan UNBK tahun ini,” jelas Ambotuwo, Selasa, 22 Januari 2019.

Ambo berharap, SMPN 5 Palu betul-betul menyiapkan mental, fisik, dan kemampuan akademik peserta didiknya, khususnya peserta UNBK sebanyak 121 orang. Mengingat ini adalah pengalaman pertama bagi SMPN 5 Palu sebagai peserta UNBK.

Pantauan Metrosulawesi, ruangan komputer SMPN 5 Palu telah terisi sebanyak 20 unit komputer dan satu server, meski ini masih jauh dari kebutuhan yang sebenarnya yakni sebanyak 41 unit komputer dan dua server.

Sementara itu, Kepala SMPN 5 Palu, Ramlah M Siri, memastikan sekolah yang dipimpinnya siap menjadi peserta UNBK, meskipun Ia mengaku harus melakukan persiapan lebih, jika dibanding dengan sekolah yang tahun sebelumnya sudah melaksanakan UNBK.

“Ini pengalaman pertama, tentunya persiapan yang harus kami lakukan jauh lebih banyak dibanding dengan sekolah yang tahun sebelumnya sudah melaksanakan UNBK, terutama terkait komputer, jaringan, dan instalasi listrik, harus betul-betul terjamin,” ungkapnya.

Terkait persiapan peserta, sekolah ini sudah melaksanakan penambahan jam pelajaran sore hari, bahkan Ramlah sudah mengundang orang tua peserta didik, terutama orang tua siswa kelas 9.

“Kerjasama dengan orang tua itu sangat penting, sebab mereka inilah yang akan memantau anak-anaknya saat dirumah, agar bisa lebih fokus belajar, namun bukan berarti harus betul-betul menghilangkan hak anak untuk bermain, namun paling tidak mengurangi jam bermainnya,” jelas Ramlah.

Ramlah juga mengaku siap mengikuti simulasi bersama dengan seluruh sekolah peserta UNBK. Ia pun akan melakukan simulasi UNBK mandiri. Dengan itu, Ramlah berharap dapat meminimalisir terjadinya kesalahan peserta UNBK saat hari H pelaksanaan.

Reporter: Moh Fadel, Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here