Home Pendidikan

P3K Sangat Membantu Guru Honorer

334
Irwan Lahace. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud RI) telah berusaha agar guru honorer diangkat menjadi Aparatur Negeri Sipil (ASN), namun hal itu tidak memungkinkan saat ini. Namun dengan adanya program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tentunya sangat membantu guru honorer terkait dengan kebutuhannya mengabdikan diri di dunia pendidikan.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng Irwan Lahace, kepada Metrosulawesi melalui ponselnya, Selasa, 22 Januari 2019.

Menurut Irwan, program P3K ini merupakan jalan keluar dalam membantu guru honorer terkait penghasilannya. Sebab jika tidak, penghasilan guru honorer tidak akan meningkat.

“Olehnya itu, saya sangat setuju rencana pemerintah untuk mengangkat guru honorer menjadi tenaga kontrak melalui program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ini,” katanya.

Kata dia, perhatian pemerintah sangat serius kepada guru honorer, karena hal ini merupakan kepentingan bersama.

“Perlu diketahui bahwa ada sebuah sekolah yang berada di daerah terpencil di Sulteng, hanya mempunyai satu pegawai ASN yang menjabat menjadi kepala sekolah, selebihnya adalah tenaga honorer, tentunya ini perlu menjadi perhatian,” ujar Irwan.

“Mengenai berapa dana yang dibutuhkan untuk menggaji tenaga kontrak itu, saya belum bisa estimasikan berapa, namun yang jelas perhatian pemerintah betul-betul serius dalam memerhatikan guru,” ujarnya.

Irwan mengatakan, jumlah guru honorer pada jenjang SMA/SMK dan SLB di Sulteng itu kurang lebih 7000 orang, sementara untuk tenaga ASN sekitar 5000 orang.

“Selain itu masih ada tenaga-tenaga honorer belum masuk namanya dalam SK Gubernur, olehnya nanti kami upayakan semua honorer ini masih dalam SK gubernur,” katanya.

Irwan mengatakan, P3K ini merupakan terobosan yang baik bagi pegawai, khususnya guru di lingkungan Kementerian Pendidikan.

“Terkait mekanisme pengangkatannya, itu ranah BKD. Yang jelas untuk guru honorer di Sulteng cukup banyak,” ungkapnya.

Bahkan kata Irwan, untuk tahun ini, sekitar 10 pengawas akan pensiun. Olehnya itu sudah pasti ada pergantian.

“Maka kepala-kepala sekolah yang masih memenuhi syarat umur, mungkin akan kita angkat menjadi pengawas,” katanya.

Irwan menjelaskan, pengangkatan guru honorer menjadi tenaga kontrak melalui P3K ini memang hampir sama dengan ASN. Hanya saja tenaga honorer tersebut tidak menerima tunjangan pensiun, tetapi hak-haknya yang lain diberlakukan sama dengan ASN.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas